Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Polres Buleleng Petakan Lahan Kering, Bibit Jagung Lokal ‘Goak Poleng’ Jadi Andalan Ketahanan Pangan

Eka Prasetya • Jumat, 10 Oktober 2025 | 22:56 WIB

 

PANEN PERDANA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju merah) bersama Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi (kanan) saat panen perdana jagung hibrida goak poleng.
PANEN PERDANA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju merah) bersama Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi (kanan) saat panen perdana jagung hibrida goak poleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para personel Polres Buleleng semakin intens terjun menyasar sektor pertanian. 

Saat ini, jajaran kepolisian tengah memetakan wilayah pertanian untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kontur tanah dan curah hujan di masing-masing kecamatan. 

Langkah ini menjadi tahap awal dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami mulai dari pemetaan lahan. Di tingkat Polsek ada pemanfaatan lahan tidak produktif, dan ada juga kerja sama dengan petani binaan,” ujar Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.

Widwan mengungkapkan, polisi bersama petani kini tengah mengoptimalkan lahan pertanian yang ada di Banjar Dinas Pucak Sari, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Meski bukan institusi yang bergerak di bidang pertanian, Polres Buleleng ingin menghadirkan solusi nyata. 

Mereka menggandeng PT Wida dan praktisi pertanian untuk mengembangkan bibit jagung Hibrida Goak Poleng.

Varietas ini dianggap sebagai varietas paling cocok untuk kondisi lahan Buleleng yang dikenal kering.

“Goak Poleng ini inovasi lokal hasil kolaborasi dengan PT Wida. Bibit ini adaptif terhadap tanah Buleleng dan punya produktivitas tinggi. Harapannya bisa jadi solusi ketahanan pangan dan menggerakkan potensi pertanian lokal,” jelas Widwan.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan penanaman serentak bibit jagung Goak Poleng. Polres berharap program ini memberi dampak langsung terhadap swasembada pangan nasional, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

Widwan menegaskan, sektor pertanian tidak bisa diserahkan hanya pada satu pihak. Polri ingin hadir sebagai support system yang memberikan dorongan, bukan mengambil peran petani.

“Kami melihat persoalan pertanian dari hulu hingga hilir. Mulai dari bibit hingga produksi. Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Ujung tombaknya tetap petani,” tegasnya.

Dengan pendekatan ini, Polres Buleleng berharap sinergi lintas sektor dapat menciptakan model pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #varietas #ketahanan pangan #polsek #Goak Poleng #gerokgak #kering #petani #pertanian #Polres Buleleng #jagung #polri #tanah #hujan #lahan #Hibrida #buleleng #personel #tanaman