SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah kini tengah mempercepat penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja.
Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memastikan proses lelang proyek dilaksanakan lebih awal, sehingga pengerjaan dapat dimulai tepat pada awal 2026.
Selama lima bulan pembangunan, akses kendaraan khususnya kendaraan bermuatan berat akan ditutup total di kawasan Tugu Singa Ambara Raja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, mengatakan finalisasi Detail Engineering Design (DED) akan tuntas Desember 2025.
“Lelang sebulan. Januari harapannya sudah kontrak sehingga bisa langsung percepatan eksekusi. Waktunya mepet karena mengejar rangkaian Buleleng Festival. Target Januari sampai akhir Juni selesai,” ujar Adiptha.
Penataan dilakukan menyeluruh pada seluruh komponen kawasan, mulai dari pemasangan kabel bawah tanah, perbaikan drainase, pelebaran pedestrian, hingga penataan palemahan kangin dan kauh di area sekitar Rumah Jabatan Bupati dan Gedung Laksmi Graha. Termasuk penyempurnaan taman di Rumah Jabatan Bupati.
“Anggarannya total Rp 25 miliar dari APBD. Astungkara bisa tuntas dalam satu tahapan,” jelas Adiptha.
Untuk menjamin keamanan pekerjaan, jalur di kawasan Kantor Bupati akan ditutup sepenuhnya.
Pengalihan arus kendaraan berat sudah disiapkan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan. Kendaraan dialihkan melalui Jalan Gajah Mada – DR. Sutomo - Jalan Ahmad Yani.
“Titik nol harus ditutup total untuk menjamin keamanan dan kelancaran proyek,” tegasnya.
Pekerjaan dilakukan paralel, termasuk penataan pagar Kantor Bupati, DPRD, Rumah Jabatan Laksmi.
Penanaman kabel listrik bawah tanah dari Gedung DPRD Buleleng menuju barat ke Jalan Gunung Agung, dan dari Patung Singa Ambara Raja ke utara hingga simpang Jalan Kresna.
Manajer UP3 PLN Bali Utara, Elashinta, memastikan dukungan penuh dalam penataan kabel bawah tanah.
“Kabel akan kami turunkan menggunakan spesifikasi kabel bawah tanah 20 kV. Keamanannya tinggi karena memiliki banyak lapisan,” ujarnya.
Total panjang jaringan yang ditanam sekitar 100 meter, dengan estimasi anggaran minimal Rp 3,3 miliar.
“Ini angka minimal, tetapi tetap mengutamakan keamanan. Kalau ada titik lain, harus menunggu usulan anggaran berikutnya,” demikian Elashinta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya