Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mimih! Diduga Rebutan Cewek, Pelajar SMA di Buleleng Bali Baku Hantam. Polisi Turun Tangan

Francelino Junior • Minggu, 14 Desember 2025 | 16:29 WIB

 

BAKU HANTAM: Cuplikan video perkelahian pelajar SMA di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka baku hantam karena dipicu faktor asmara.
BAKU HANTAM: Cuplikan video perkelahian pelajar SMA di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka baku hantam karena dipicu faktor asmara.

SINGARAJA,  RadarBuleleng.id - Perkelahian antar pelajar kembali terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali.

Kali ini perkelahian itu melibatkan pelajar yang diduga dari SMAN 1 Gerokgak. Para pelajar itu baku hantam di Pantai Patas, Kecamatan Gerokgak.

Aksi perkelahian itu pun dengan cepat menyebar di media sosial. Termasuk lewat aplikasi pesan WhatsApp.

Dalam video berdurasi 1 menit dan 40 detik itu terlihat dua orang pelajar saling pukul. Di sekitarnya juga terlihat ada puluhan pelajar mengenakan seragam olahraga sekolah yang menyaksikan baku hantam itu.

Setelah beberapa waktu baku hantam, keduanya kemudian dipisahkan. Keduanya juga sempat bersalaman dan sepakat saling berdamai.

Konon aksi baku hantam itu berlangsung pada Jumat (12/12/2025) siang lalu.

Menindaklanjuti hal tersebut, polisi langsung turun tangan. Aparat kepolisian di Polsek Gerokgak melakukan mediasi di SMAN 1 Gerokgak pada Sabtu (13/12/2025) siang.

Mediasi melibatkan pihak sekolah, kepolisian, serta orang tua siswa dari kedua belah pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Gerokgak Kadek Agus Apriawan, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, para guru, wali kelas, guru kesiswaan, serta orang tua siswa.

Dua siswa yang terlibat perkelahian diketahui berasal dari kelas X. Keduanya bahkan ada di kelas yang sama. Mereka diketahui berinisial Made KDM dan Kadek WE. 

Kapolsek Gerokgak Kompol, I Made Derawi menjelaskan, perkelahian tersebut dipicu persoalan asmara yang menimbulkan kesalahpahaman dan emosi di antara kedua siswa. 

“Peristiwa itu berawal dari masalah hubungan dengan seorang perempuan, sehingga terjadi salah paham dan emosi yang tidak terkendali hingga berujung perkelahian,” jelas Derawi saat dihubungi pada Minggu (14/12/2025).

Dalam proses penyelesaian, pihak sekolah terlebih dahulu memanggil kedua siswa beserta orang tua atau wali masing-masing. 

Mediasi dipimpin langsung oleh kepala sekolah dengan pendampingan Kapolsek Gerokgak. 

Pada kesempatan tersebut, kedua siswa diberikan pembinaan dan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Sebagai bentuk tanggung jawab, kedua siswa menyampaikan permohonan maaf dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perkelahian. 

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan memilih tidak memperpanjang persoalan ke ranah hukum. Tidak ada tuntutan lanjutan dari masing-masing pihak.

Selain pembinaan, pihak sekolah juga menjatuhkan sanksi edukatif sesuai dengan tata tertib sekolah. 

Sekolah juga akan melakukan pemantauan terhadap perilaku siswa yang terlibat serta memperkuat pembinaan karakter melalui layanan bimbingan dan konseling. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#SMAN 1 Gerokgak #bali #olahraga #seragam #asmara #emosi #pelajar #guru #gerokgak #baku hantam #patas #video #sekolah #buleleng #siswa #whatsapp #perkelahian #kelas #polisi #media sosial