Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pencarian Korban Banjir Bandang Desa Banjar Dilanjutkan, 162 Personel SAR Sisir Sungai hingga Laut

Francelino Junior • Minggu, 8 Maret 2026 - 14:02 WIB

 

PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di aliran Tukad Mendaum. Akibat banjir di Desa Banjar, sebanyak 2 orang masih dinyatakan hilang.
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di aliran Tukad Mendaum. Akibat banjir di Desa Banjar, sebanyak 2 orang masih dinyatakan hilang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Operasi pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali dilanjutkan pada Minggu (8/3/2026). 

Tim SAR gabungan sejak pagi mengerahkan ratusan personel untuk menyisir aliran sungai hingga kawasan perairan laut.

Kepala Pos SAR Buleleng, Donny Indrawan mengatakan, operasi pencarian pada hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan melibatkan total 162 personel dari berbagai unsur potensi SAR.

“Hari ini tim SAR gabungan mulai pukul 07.00 kami sudah melakukan penyisiran. Melibatkan 162 orang personel dari seluruh potensi SAR yang ada,” ujarnya.

Pencarian difokuskan di beberapa titik yang diduga masih menjadi lokasi korban tersangkut material banjir. Tim pertama melakukan penyisiran dari Jembatan Banjar menuju arah muara sungai Tukad Mendaum.

“Untuk titik pencarian hari ini, tim 1 melakukan penyisiran mulai dari jembatan Banjar ke arah muara. Yang dicurigai adalah masih ada tumpukan sampah di pinggir sungai,” jelasnya.

Selain itu, tim juga memaksimalkan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya salah satu korban sebelumnya di wilayah perbatasan Desa Banjar dan Desa Kalianget, Kecamatan Seririt.

“Kedua, kami maksimalkan lagi karena menemukan satu korban di perbatasan Banjar dan Kalianget itu kami cover. Kami melakukan pelacakan ke arah utara,” kata Donny.

Sementara itu, tim ketiga tetap melakukan penyisiran di kawasan perairan menggunakan dua unit perahu karet (rubber boat).

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah tumpukan sampah dan material banjir yang cukup tebal di sepanjang aliran sungai.

“Dalam pelaksanaan dari pagi sampai siang hari ini ada kendala yang kami temui. Salah satunya tumpukan sampah yang memang tidak bisa diurai manual. Saat ini kami optimalkan dua excavator untuk membersihkan tumpukan sampah yang cukup tebal itu,” ungkapnya.

Selain material banjir, arus sungai yang masih cukup deras juga menjadi tantangan bagi tim SAR saat melakukan penyisiran.

“Arus sungai juga masih lumayan deras. Jadi kami berupaya semaksimal mungkin dengan kemampuan seluruh personel yang ada,” tambah Donny.

Dalam operasi hari ketiga ini, area pencarian di darat difokuskan pada radius sekitar dua kilometer di sepanjang bantaran sungai. 

Sedangkan di perairan laut, tim melakukan penyisiran hingga sejauh 10 nautical mile atau sekitar 22 kilometer dari muara sungai.

Tim SAR juga berencana melibatkan anjing pelacak (K-9) untuk membantu proses pencarian.

“Anjing pelacak memang kami perlukan dan kami sudah koordinasikan lagi dengan kepolisian,” ujarnya.

Sesuai prosedur operasi Basarnas, proses pencarian korban akan dilaksanakan selama tujuh hari. Meski demikian, pemantauan akan tetap dilakukan setelah masa operasi resmi berakhir.

“Sesuai aturan dari Basarnas adalah 7 hari pelaksanaan pencarian. Namun setelah 7 hari kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan nelayan dan stakeholder yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang menerjang Desa Banjar pada Jumat (6/3/2026) sore menyebabkan empat warga dilaporkan hanyut terbawa arus. 

Hingga kini dua korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Adapun korban yang telah ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjana, 55, dan Komang Suci, 44. Sementara kakak beradik Putu Wini, 17, dan Kadek Wahyu, 12, hingga kini masih dalam pencarian. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Tukad Mendaum #bali #sungai #perbatasan #perahu karet #perairan #laut #jembatan #Banjar #tim sar #kalianget #banjir bandang #material #pencarian #korban hilang #seririt #banjir #buleleng #sar #muara sungai #personel #operasi pencarian