Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Banjir Bandang di Banjar Buleleng Tinggalkan Kerusakan di 11 Desa, Seorang Korban Masih Dalam Pencarian

Francelino Junior • Selasa, 10 Maret 2026 - 23:45 WIB

TANGANI LUMPUR: Petugas BPBD Buleleng dan TNI masih berupaya membersihkan lumpur yang menutupi SDN 5 Banjar.
TANGANI LUMPUR: Petugas BPBD Buleleng dan TNI masih berupaya membersihkan lumpur yang menutupi SDN 5 Banjar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Penanganan dampak banjir bandang di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, masih terus berlangsung. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat sejumlah kerusakan serta korban akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hingga Senin (9/3/2026), BPBD mencatat sedikitnya 34 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, banjir juga berdampak pada 11 desa, merusak 11 jaringan air bersih milik BUMDes dan kelompok masyarakat, serta satu fasilitas umum.

Bencana tersebut juga menelan korban jiwa. Dari empat korban yang dilaporkan hilang, tiga orang telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Adapun korban yang masih dalam pencarian merupakan Putu Wini, 17, pelajar SMAN 2 Banjar yang tinggal di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar.

Sementara tiga korban yang telah ditemukan yakni Dewa Ketut Adi Suarjaya, 55, warga Banjar Dinas Santal, Desa Banjar; Komang Suci, 44, serta Kadek Wahyu Gunawan, 12, warga Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, saat ini tim di lapangan masih fokus pada penanganan darurat bagi warga terdampak.

“Penanganan saat ini, pendistribusian 497 paket sembako di Desa Banjar. Juga penyaluran 55 ribu liter air bersih ke Desa Dencarik, Desa Banjar Tegeha, Desa Banjar dan Desa Tirta Sari,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Selain bantuan logistik, proses pembersihan material banjir juga terus dilakukan. Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Dinas PUPR-Perkim Provinsi Bali, serta empat unit alat berat sewaan.

Petugas bersama masyarakat juga melakukan pembersihan secara manual. Selain itu, empat unit mesin pompa air dikerahkan untuk membantu mengatasi genangan di sejumlah titik.

Suyasa menambahkan, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang juga terus dilakukan oleh tim gabungan.

Selain proses pencarian korban, upaya pemulihan juga mulai dipersiapkan. Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial untuk perbaikan rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

Perbaikan jaringan air bersih di 11 desa terdampak juga menjadi prioritas. Selain itu, pemerintah juga merencanakan perbaikan SDN 5 Banjar yang mengalami kerusakan akibat banjir serta penataan daerah aliran sungai (DAS) Tukad Mendaum.

“Rencana pemulihan yakni bantuan sosial untuk perbaikan rumah dan fasilitas umum, perbaikan saluran air bersih di sebelas desa terdampak, perbaikan SDN 5 Banjar yang rusak, dan penataan DAS Tukad Mendaum,” tandas Suyasa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #badan penanggulangan bencana daerah #sembako #rumah #air bersih #Banjar #bpbd buleleng #banjir bandang #korban jiwa #bpbd #banjir #buleleng