SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Prestasi membanggakan diraih oleh siswa SMAN 1 Singaraja (Smansa Singaraja).
Siswa yang tergabung dalam tim debat Smansa Singaraja meraih Juara I Nasional yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Politik dan Hukum Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut.
Bukan hanya meraih juara nasional, namun tim debat juga berhasil membawa pulang 4 piala sekaligus.
Tim debat Smansa Singaraja itu diperkuat oleh trio Ni Luh Putu Taman Anandina Seva, Ni Putu Primadila Novelia Putri, dan Made Dea Vio Lantini.
Ketiganya berhasil menyisihkan 20 tim dari seluruh Indonesia sehingga berhasil berdiri pada podium tertinggi.
Mereka berhasil membawa pulang piala bergilir, piala juara utama, piala juara I, serta piala best speaker dari Mahkamah Konstitusi.
Untuk meraih podium tertinggi bukan perkara mudah. Mereka harus lolos peringkat 20 besar dulu.
setelah masuk posisi 20 besar, mereka harus menempuh babak 8 besar. Baru kemudian diciutkan menjadi 4 tim pada babak semifinal.
Setelah berhasil lolos babak semifinal, mereka kemudian berhadapan dengan tim debat dari SMAN 11 Garut pada babak final.
Salah seorang anggota tim, Anandina Seva mengungkapkan, panitia sebenarnya menentukan 13 tema secara acak.
Setelah mendapatkan tema, tim hanya diberikan waktu selama 5 menit untuk membuat kerangka debat dan argumen yang akan disampaikan. Dalam waktu terbatas itu mereka harus membangun argumen dengan cepat dan cermat.
Menurutnya seluruh anggota tim sudah terbiasa berlatih menyusun argumen debat dalam waktu cepat.
“Yang paling penting bagaimana membawakan dan mempertahankan argumen dengan sangat terstruktur mulai dari pondasi mosi yang akan sangat membantu mengontrol arah perdebatan,” ujarnya.
Kunci penting dalam lomba debat itu bukan hanya soal membangun argumen. Tapi juga membaca referensi sebanyak-banyaknya.
Selama persiapan lomba, mereka mengaku terus memperkaya bahan bacaan dari jurnal ilmiah, artikel opini, termasuk video-video para cendekiawan dan akademisi.
Guru Pembina Tim Debat, I Komang Mudita mengatakan, sekolah sebenarnya baru membentuk klub debat setahun lalu.
Keberadaan klub itu ternyata menarik animo siswa. Mereka giat berlatih kendati tidak ada lomba.
“Mereka bukan cuma berlatih di sekolah, tapi saat di rumah melalui video konferensi. Sehingga mereka semakin terasah berargumentasi saat debat,” kata Mudita.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya tim debat Smansa Singaraja memenangkan lomba skala nasional.
Mereka juga sudah pernah meraih Juara III Lomba Debat yang digelar Universitas Indonesia, serta Juara I Lomba Debat yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya