Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tragedi Kebakaran di Sesetan: Sekeluarga asal Buleleng Tewas, Sempat Terdengar Teriakan dan Tangisan

Andre Sulla • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:46 WIB
KEBAKARAN: Polisi melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang terjadi di Sesetan, Denpasar. Akibat kebakaran tersebut, sekeluarga asal Buleleng tewas.
KEBAKARAN: Polisi melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang terjadi di Sesetan, Denpasar. Akibat kebakaran tersebut, sekeluarga asal Buleleng tewas.

RadarBuleleng.id - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di Sesetan, Denpasar, pada Senin (6/5/2024) malam.

Tragedi kebakaran tersebut mengakibatkan sekeluarga asal Buleleng tewas. Mereka terdiri atas ayah, ibu, dan seorang balita.

Ketiganya adalah Ari Sanjaya, 30, sang istri Nopik Mertasari, 26, dan Putu Gede Agus, 2. Ketiganya berasal dari Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Pihaknya telah memasang garis polisi di tempat kejadian. Rencananya Tim Labfor Polda Bali juga akan membantu proses olah TKP.

Sukadi mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara.

Menurut Sukadi, salah seorang saksi yakni Ishak Kalaga, 24, mengaku sekitar pukul 22.40, Senin malam, pihaknya melihat api sudah besar.

Saksi juga mengaku mendengar teriakan dan tangis anak kecil dari dalam rumah yang terbakar.

"Api sudah besar dan terdengar suara minta tolong dari dalam rumah, terdengar teriakan ibu-ibu dan anak kecil sedang menangis," kata saksi Ishak sebagaimana ditirukan Sukadi.

Hal serupa juga diungkapkan saksi lainnya, yakni Mawardi, 25, yang bekerja sebagai juru pangkas rambut di sekitar TKP.

Menurut saksi Mawardi, sekitar pukul 22.40 api sudah menyala besar. Dia juga mendengar teriakan perempuan dari arah rumah.

"Saksi juga mendengar teriakan ibu-ibu meminta tolong dan anak kecil yang menangis," kata Sukadi.

Kebakaran tersebut baru berhasil dipadamkan pada pukul 00.30, Selasa (7/5/2024) dini hari.

Selain rumah yang terbakar, ada pula 2 unit sepeda motor yang terbakar. Selain itu ada 3 orang korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar.

Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita.

Ketiganya merupakan warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubtuambahan.

Perbekel Bontihing, I Gede Pawata membenarkan bahwa ketiganya merupakan warga Desa Bontihing.

"Iya warga kami. Memang sekeluarga. Jenazahnya masih di Sanglah (RS Prof Ngoerah). Rencananya siang ini dibawa ke rumah duka," ujar Pawata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sesetan #kebakaran #kubutambahan #bontihing #denpasar #buleleng #tewas