Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! Warga Keluhkan Air Bersih dari Perumda Air Minum yang Sudah Dua Minggu Mati

Muhammad Basir • Selasa, 11 Juni 2024 | 05:05 WIB
Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana sebut ada enam ribu pelanggannya yang menunggak pembayaran air. Faktor ekonomi masih menjadi yang utama masyarakat menunggak pembayaran.
Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana sebut ada enam ribu pelanggannya yang menunggak pembayaran air. Faktor ekonomi masih menjadi yang utama masyarakat menunggak pembayaran.

radarbuleleng.id - Warga pelanggan air bersih  Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Jembrana, Bali, mengeluhkan air dari Perumda Air Minum Tirta Amerta Jati Jembrana yang mati sejak dua Minggu terakhir.

Warga terpaksa meminta air ke rumah tangga atau kerabat yang menggunakan sumur untuk keperluan sehari-hari.

Menurut sejumlah warga, krisis air bersih ini dialami sejak dua Minggu terakhir. Bukan karena kekeringan, lantaran air yang didistribusikan oleh Perumda Air Minum yang mati sejak dua Minggu terakhir.

Selama air bersih mati dua Minggu ini, warga meminta air bersih di sumur warga lain. "Sudah dua Minggu ini  tidak ada air dari PDAM," ujar Putu Suryantara.

Senada diungkapkan warga lain yang juga kesulitan air bersih karena air dari distribusi Perumda Air Minum yang macet.

Dalam sehari hanya sekitar 2 jam air normal, setelah itu mati lagi. Warga sudah melaporkan kondisi itu ke Perumda Air Minum namun belum ada penanganan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Jati Jembrana I Gede Puriawan menjelaskan, akan sera mengecek untuk mencari penyebab air distribusi yang tidak lancar.

"Segera kami cek dan perbaikan penyebab masalahnya," tegasnya.

Dijelaskan, air bersih yang didistribusikan ke wilayah Lingkungan Pendem, Kekeruhan Pendem, air bakunya berasal dari sumur bor di Jalan Surapati Kawasan Civic Centre Kantor Bupati Jembrana.

Umumnya ada dua penyebab, karena terjadinya penurunan debit air atau kebocoran pada pipa distribusi, sehingga menyebabkan distribusi air yang tidak lancar.

Apabila terjadi penurunan  debit air, pihaknya akan menaikkan pompa atau memperbaiki pompa yang ada di sumur bor.

Namun apabila karena ada kebocoran di pipa jaringan pihaknya akan mengecek tekanan airnya di saat normal. Jika ada penurunan tekanan yang diakibatkan oleh kebocoran.

"Nanti kami akan cek kalau ada kebocoran akan segera kita perbaiki," tegasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#pdam #perumda air minum #bupati jembrana #air bersih #krisis air