DENPASAR, radarbuleleng.id – Berdasarkan hasil autopsi menguatkan dugaan Polda Bali dan jajaran terkait kematian tak wajar mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana, 84, dan Istrinya Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna, 64.
Berdasarkan hasil autopsy, terdapat tanda kekerasan benda tumpul mengakibatkan tulang dada sang suami patah, lalu istri diduga mati lemas karena dibeckup. Karena itu, tim sementara melakukan pendalaman.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menegaskan, sudah jelas adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Mantan Bupati Jembrana dan istrinya.
"Ya, karena itu, kami (Polda Bali), jajaran terus dalami. Kami akan mintai keterangan ulang puluhan saksi," tegasnya, Sabtu (14/9).
Karena itu, Kombes Pol Jansen pun belum bisa memberikan kepastian, walaupun analisa polisi dari hasil autopsi kuat dugaan mengarah ke dugaan adanya kekerasan menggunakan benda tumpul.
Atau belum bisa menyimpulkan keduanya tewas karena pembunuhan. Dikatakan bahwa sejak awal sudah pernah disampaikan tewasnya pasangan suami istri ini diduga tidak wajar.
"Agar tidak salah presepsi. Juga tidak salah menyimpulkan dan nantinya salah arah, kita tunggu saja hasil pendalaman. Selain saksi, tim akan memgecek CCTV lagi," pungkas Juru Bicara Polda Bali.
Seperti berita sebelumnya, penjelasan dari pihak RS melalui hasil autopsi yang diterima pihak kepolisian, bahwa ada tanda-tanda bekas.
Tentu, tanda yang dimaksud terdapat pada tubuh pasangan suami istri tersebut.
Hasil autopsi menerangkan, tubuh Ida Bagus Ardana terdapat luka-luka lecet, berupa lecet akibat tekanan dan memar.
Bahkan diduga akibat kekerasan benda tumpul pada dada kanan mengakibatkan patah tulang.
Tulang iga ruas ketiga, ke empat dan kelima pada sisi kanan patah. Sejumlah luka itu menimbulkan memar pada bagian tengah dan bawah paru kanan.
Sememtata, hasil autopsi terhadap jenazah Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna ditemukan luka-luka memar dan lecet akibat kekerasan tumpul pada bagian hidung dan bibir. Dari pola lukanya sesuai dengan luka memar pada peristiwa pembekapan.
Sehingha terdapat tanda-tanda mati lemas. Kemudian, hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan kafein dan kafsesin dengan lambung namun tidak ditemukan zat dari makan dan minuman yang memyebabkan kematian.
Kemudian, pemeriksaan patologi anatomi pada Ida Bagus Ardana, ditemukan penyakit jantung koroner yang mempersempit lubang pembuluh darah antara 10 persen sampai dengan 95 persen.
Sama sekali tidak ditemukan sebab kematian lain sang suami dan istri kedua mantan Bupati Jembrana periode 1980-1990. ***
Editor : Donny Tabelak