radarbuleleng.id- Kabar gembira bagi warga Bali terkait kelanjutan pembangunan Tol Mengwi-Gilimanuk.
Sekadar diketahui, rencana pembangunan itu dicetuskan di era Presiden Joko Widodo. Namun, masih menjadi kendala pembayaran pembebasan lahan.
Terkait Tol Mengwi-Gilimanuk, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Tol Mengwi-Gilimanuk akan dilanjutkan, kendati sampai saat ini belum ada kejelasan pembayaran lahan.
”Belum (biaya pembebasan lahan,red),” jawabnya singkat saat ditemui dalam kunjungan kerja (kunker) di Bangli, Senin lalu (11/11).
Lebih lanjut dikatakan Dody, harapannya rencana pembangunan seperti tol segera dapat selesai sehingga menjadi konektivitas bandara Bali Utara ketika sudah selesai dibangun.
” Tetap jalan (tol), harapan kami Bandara selesai dan tol-tol siap,” pungkasnya.
Sementara itu, di lain sisi mengenai Bali hanya dapat satu jatah ruas jalan padaprogram IJD (Inpres Jalan Daerah) program milik pemerintah pusat.
IJD ini adalah perbaikan jalan daerah yang mendukung produktivitas kawasan industri, pariwisata, perkebunan, pertanian dan produktif lainnya.
Pada tahun 2024 Bali hanya kebagian ruas satu jalan, di Trunyan, Bangli dengan panjang 4 kilometer dan besaran anggaran Rp 16,6 miliar dari dana APBD.
Bali hanya mendapat bagian satu ruas jalan karena jalan dana IJD menurun dianggarkan hanya Rp 900 miliar untuk seluruh Indonesia.
Jadi Bali harus berebut dengan 38 provinsi. Sebenarnya banyak jalan yang rusak, tapi karena dana program Inpres Jalan Daerah (IJD) tidak sebanyak tahun 2023.
Hal itu disampaikan Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Direktorat Jenderal Bina Marga, Nyoman Suaryana saat ditemui saat kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono.
Kata Nyoman Suaryana, sebenarnya banyak jalan yang harus diperbaiki, tapi tidak dapat ditangani karena persoalan anggaran.
”Dipilih Trunyan karena diprioritaskan lagi karena dana sedikit, karena ada rencana ada acara kemarin di sana. Pengerjaan baru mulai dua bulan ini dikebut selesai Desember. Dikerjakan Kementerian PU,” jelasnya.
Perbaikan di ruas jalan di Trunyan karena untuk mendukung acara di sana.
Di samping itu, dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2023 ada delapan ruas jalan. Perbaikan jalan ini untuk membantu konektivitas pertanian, perkebunan atau wisata.
Suaryana menyatakan, pemilihan ruas jalan untuk diperbaiki karena dari usulan pemda, namun tidak semua usulan disetujui untuk diperbaiki.
”Itu pemda yang mengusulkan. Karena kami tidak hapal kondisi wilayah masing-masing,”jelasnya.
Sementara itu, untuk tahun 2025, Suaryana belum bisa menjabarkan berapa anggaran untuk IJD dan di mana saja ruas jalan yang diperbaiki.
Saat ini pihaknya baru mengusulkan dan berharap dapat didukung oleh Pemerintah Pusat.
” Tunggu saja dulu. Kebutuhan banyak, akan diselidiki berapa,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak