Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pemerintah Pusat Buka Lelang Ulang Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Incar Pendanaan Rp 25,4 Triliun

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 15 November 2024 | 15:28 WIB

 

MANGKRAK: Lokasi peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
MANGKRAK: Lokasi peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

RadarBuleleng.id - Pemerintah pusat melakukan lelang ulang untuk pendanaan jalan tol ruas Gilimanuk-Mengwi. Harapannya, pemerintah mendapat suntikan dana untuk pembangunan jalan tersebut.

Upaya lelang pertama yang dilakukan pemerintah, tidak membuahkan hasil. Tidak ada investor yang berniat melakukan penanaman modal.

Akhirnya pemerintah memutuskan mengubah skema. Yakni kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Khususnya lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap mendapat suntikan dana sebanyak Rp 25,4 triliun. Dana itu akan digunakan untuk perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan. 

Kabid Pengadaan Tanah pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Legiman mengatakan, pihaknya masih menanti informasi dari Kementerian PU. Sebelumnya akhirnya melakukan pembebasan lahan.

“Sedang dirapatkan oleh Kementerian PU bersama pihak-pihak terkait, termasuk Kanwil BPN, untuk dilaksanakan kelanjutan pengadaan tanahnya segera,” jelasnya. 

Legiman mengaku belum tahu soal jumlah nominal untuk pembebasan lahan. Kemungkinan tidak ada perubahan, mengingat sudah dilakukan penetapan lokasi pada tahun 2022 lalu.

”Belum tahu persis (anggaran) karena sedang dibahas kementerian PU dengan LMAN(Lembaga Manajemen Aset Negara),” jelasnya. 

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Bali, Nyoman Suyasa menyatakan perlu political will yang kuat agar proyek strategis itu bisa terwujud.

Menurutnya, pemerintah perlu memberi kepastian. Terutama soal pembebasan lahan. Sebab warga merasa tidak ada kejelasan soal pembebasan lahan.

”Sebelumnya proyek ini kan skema investor. Karena investor gagal mendapatkan pendanaan. Sekarang kan diubah dari pemerintah ke badan usaha,” ujarnya.

Ia meyakini skema tersebut tidak akan membebani APBN. Suyasa berharap, proyek dapat terlaksana pada tahun 2025. Apabila terealisasi, ia yakin proyek itu akan memperlancar jarak tempuh dari Gilimanuk menuju Denpasar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pemerintah #lelang #Gilimanuk-Mengwi #jalan tol