Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Kasus Penculikan Anak di Denpasar Bali, Pelaku Ngaku Sakit Hati karena Dipecat Ayah Korban

Andre Sulla • Jumat, 7 Februari 2025 - 06:05 WIB
Polisi menangkap pelaku penculikan anak di Denpasar, Bali. Pelaku dalam beraksi menggunakan pistol.
Polisi menangkap pelaku penculikan anak di Denpasar, Bali. Pelaku dalam beraksi menggunakan pistol.

Radarbuleleng.jawapos.com- Polisi berhasil menangkap I Wayan Sudirta, 29, pelaku penculikan anak di Denpasar, Bali.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat menculik bocah SD bernama I Made RAK, 8, karena sakit hati.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku nekat menculik Korban karena kesal dipecat I Komang Sudiarta, 49, yang tak lain ayah korban.

Seperti diketahui, warga Bali dihebohkan dengan aksi penculikan anak.

Dalam beraksi, pelaku membawa pistol. Kejadiannya berlangsung Rabu kemarin (5/2) sekitar pukul 012.30.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sudirta awalnya memantau aktivitas Korban hingga pulang sekolah.

Dia mengeluarkan pistol dan sempat melakukan penodongan, kemudian dia membawa kabur Korban ke lahan kebun di samping PT Indonesia power, Pesanggaran, Sesetan, Denpasar Selatan.

Kasus ini terungkap saat seorang staf dari Sudiarta bernama Satya sibuk mencari sang anak sekitar pukul 14.00 Wita.

Saksi Satya yang ditugaskan menjemput anak di sekolahnya di Sesetan tak kunjung keluar dari dalam kelas.

Karena anak ini tak terlihat, Satya kemudian koordinasi dengan pihak sekolah.

Selain itu, Satya juga menelpon Komang Sudiarta menginformasikan kalau anaknya tidak ada di sekolah. Menerima laporan dari staffnya itu, ayah dari korban datang ke sekolah.

Setelah dicek rekaman kamera CCTV, terlihat korban dijemput oleh seorang laki-laki menggunakan sepeda motor.

Pada saat yang bersamaan, dari lahan kebun, pria asal Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya, Kecamatan Karangasem itu menelepon ibu korban.

"Dalam sambungan telepon, pelaku meminta imbalan. Pelaku minta tebusan Rp 100 juta," ungkap sumber polisi.

Sang ibu semakin syok mendengar bahwa anaknya diculik. Mendapat ancaman itu orang tua korban langsung koordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan.

Unit Reskrim Polsek Densel dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Nur Habib Aulya, melakukan pengejaran melalui rekaman kamera CCTV di daerah tempat perlintasan pelaku membawa sang anak.

Setelah dilakukan penyisiran di seputaran By Pass Ngurah Rai, diketahui pelaku berada di areal kebun di samping PT Indonesia Power, Pesanggaran, Sesetan, Denpasar Selatan.   

Yang bersangkutan langsung diamankan, meskipun berupaya menyandera anak menggunakan pistol, yang dalam keadaan pingsan.

Kepada petugas pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penculikan.

Lelaki ini mengaku nekat karena dendam terhadap orang tua korban yang mengeluarkan pelaku dari tempat kerja.

"Pelaku juga mengakui telah menghubungi ibu korban dan meminta tebusan sebesar Rp 100 juta," pungkas sumber.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, membenarkan kejadian tersebut.

"Pelaku dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat DK 6980 MR dan sebuah HP iPhone," singkat AKP Sukadi.***

Editor : Donny Tabelak
#sakit hati #pistol #Polsek Denpasar Selatan #tebusan #penculikan anak