Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mesin Grinder Konslet, Cafe Kopi dan Bar di Tabanan Ludes Terbakar

Juliadi Radar Bali • Kamis, 13 Februari 2025 | 20:05 WIB
Polsek Tabanan melakukan olah TKP di cafe kopi sekaligus bar di Banjar Yeh Gangga Desa Sudimara Tabanan yang ludes terbakar.
Polsek Tabanan melakukan olah TKP di cafe kopi sekaligus bar di Banjar Yeh Gangga Desa Sudimara Tabanan yang ludes terbakar.

Radarbuleleng.jawapos.com- Sebuah cafe kopi sekaligus bar di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan ludes terbakar.

Kebakaran cafe kopi dan bar milik Royal Roco Breege itu terjadi pada Rabu kemarin (12/2) sekitar pukul 09.00 Wita.

Diduga kebakaran cafe kopi dan bar itu dipicu akibat adaya konsleting listrik pada mesin grinder kopi. 

Menurut Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara, kobaran api membuat cafe kopi yang berisi segala peralatan peracikan kopi, mesin kopi dan bahan baku kopi ludes terbakar. 

Sejumlah saksi yang merupakan karyawan dari cafe kopi telah diperiksa.

Dari keterangan saksi I Nyoman Mawa, kebakaran cafe kopi itu diketahui pertama kali oleh salah satu petugas kebersihan pantai, Ajik Rika yang memang kesehariannya bekerja membersihkan sampah di Pantai Yeh Gangga.

Petugas kebersihan sekitar pukul 09.00 wita melihat adanya kepulan asap dari cafe kopi yang kala itu sedang tutup. 

Melihat kondisi demikian, petugas kebersihan langsung melaporkan kepada Bendesa Adat Yeh Gangga yang kebetulan kala itu sedang berada di Pantai. 

"Adanya kejadian Bendesa Adat Sudimara sehingga langsung menghubungi salah satu karyawan cafe kopi I Nyoman Mawa yang dimana sedang berada di rumah," ungkapnya. 

Karyawan kopi I Nyoman Mawa yang mendapat kabar kebakaran, lantas mengabarkan I Wayan Subagia yang juga karyawan cafe kopi. 

Setibanya di cafe kopi dan bar tempat bekerja melihat cafe dalam kondisi terbakar. Sementara sejumlah warga sekitar pantai sedang berusaha memadamkan api. 

Selanjutnya saksi I Nyoman Mawa dan saksi I Wayan Subagia juga ikut berusaha memadamkan api dengan air pompa yang berasal kolam renang. Sekitar 30 menit  kemudian api baru dapat dipadamkan. 

Berdasarkan hasil olah TKP di lapangan dan keterangan saksi. Kebakaran cafe kopi itu diduga karena konsleting listrik yang berasal dari mesin grinder kopi. 

"Clowokan dari mesin grinder kopi itu terkena air hujan sehingga membuat basah sehingga konsleting listrik." jelasnya. 

Sementara akibat kejadian itu pemilik cafe kopi dan bar menderita kerugian sekitar Rp 15 juta.***

Editor : Donny Tabelak
#cafe kopi #grinder #kebakaran #korsleting #pantai yeh gangga