SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Pos pemadam kebakaran direncanakan ditambah lagi, untuk meningkatkan kecepatan dalam membantu memadamkan kebakaran di sejumlah wilayah yang tergolong rawan terjadi kebakaran.
Setidaknya dalam waktu 15 menit, armada dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng, dapat tiba di lokasi kebakaran.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Gede Arya Suardana dalam Forum Perangkat Daerah untuk Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Dinas Damkar Buleleng Tahun 2026, pada Kamis (6/3).
Diketahui rencana pos pemadam kebakaran tambahan yakni Pos Damkar Gerokgak di Desa Pemuteran, Pos Damkar Busungbiu di Desa Pucaksari atau Dapdap Putih, Pos Damkar Sukasada di Desa Wanagiri, dan Pos Damkar Tejakula di Desa Sambirenteng.
Tentu ini untuk menutupi penanganan kebakaran yang terjadi, di wilayah Buleleng yang sangat luas.
Rencananya, pos-pos pemadam yang baru ini akan memanfaatkan bangunan-bangunan aset milik pemerintah, yang tidak digunakan. Utamanya yang berada di wilayah sasaran pendirian.
Seperti di Kecamatan Busungbiu yang akan memanfaatkan bangunan milik Pos Polisi Hutan Provinsi Bali di Desa Dapdap Putih atau UPT Dinas Pertanian Buleleng di Desa Pucaksari dan Pos Polisi Air di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
”Rencana penambahan pos-pos pemadam kebakaran ini, sebagai langkah strategis. Sehingga waktu respons petugas yang ditargetkan tiba di lokasi dalam kurun waktu 15 menit, dapat dicapai kalau bisa ditekan,” ujar Arya Suardana.
Sebenarnya Damkar Buleleng memiliki sembilan pos pemadam kebakaran. Hanya saja, yang sudah memiliki kantor dan sarana prasarana sendiri hanya tiga pos saja.
Yakni Pos Induk di Jalan Dahlia, Kecamatan Buleleng; Pos II Pemadam di Jalan Singaraja-Kintamani, Kecamatan Kubutambahan; dan Pos III Pemadam di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, Kecamatan Seririt.
Sedangkan enam pos lagi masih menumpang di kantor-kantor kecamatan yang ada.
Dalam forum tersebut juga disoroti, mengenai kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui pelatihan dan sertifikasi, pengadaan peralatan pemadam yang lebih modern, serta dukungan bagi 1.130 relawan pemadam kebakaran di seluruh kecamatan.
”Pembangunan pos pemadam kebakaran tambahan yang lebih mandiri, dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sangat penting dilakukan. Agar SOP penanganan kebakaran dapat terlaksana dengan baik,” lanjutnya.
Dalam Renja 2026 Kabupaten Buleleng, Damkar Buleleng sudah mengalokasikan anggaran untuk menjalankan program pencegahan, penanggulangan, serta penyelamatan kebakaran dan non-kebakaran.
Yang menjadi prioritas utama meliputi peningkatan layanan pemadaman, investigasi kebakaran, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.
”Dinas Damkar Buleleng saat ini memiliki delapan armada. Untuk petugas sudah cukup,” pungkas Arya Suardana yang merupakan Kepala Satpol PP Buleleng.***
Editor : Donny Tabelak