TABANAN, Radarbuleleng.jawapos.com- Seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah bus Marcedes Benz.
Korban adalah seorang kakek berusia 72 tahun asal Banjar Dinas Lodalang, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.
Korban bernama I Ketut Sudarma meninggal dunia karena mengalami luka cedera berat dengan kondisi luka robek pada tangan kanan dan kepala pecah.
Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, kecelakaan lalu lintas dialami korban terjadi Sabtu lalu (8/3) sekitar pukul 11.00 wita.
Lokasi kejadian berada di Jalan Umum jurusan Kediri-Tabanan, masuk wilayah Banjar Dinas Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri.
Kecelakaan itu bermula ketika dari korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand bernopol DK 3631 DF datang dari arah barat jurusan Tabanan menuju arah Kediri dengan kecepatan sedang.
Sementara kendaraan Bus Marcedes Benz DK 7889 AI yang dikemudikan I Gede Fajar Nusantara, 29, juga datang dari arah yang sama.
Korban mengendarai sepeda motor dengan berjalan di sebelah kiri kendaraan bus.
Lantaran jarak yang terlalu dekat dengan bagian belakang bus sebelah kiri, membuat bagian stang motor korban tersenggol body bus.
Kondisi itu menyebabkan sepeda motor korban oleng dan terjatuh di badan jalan. Nahas membuat korban tergilas oleh ban belakang kiri kendaraan bus dan korban dinayatakan meninggal dunia di TKP.
"Jadi untuk penyebab kecelakaan itu murni faktor manusia, karena korban tidak memperhitungkan jarak aman saat berjalan dengan berada dibelakang sebuah bus," ungkap Kapolsek Kediri, dikonfirmasi Minggu kemarin (9/3).
Disisi lain kecelakaan lalu lintas juga terjadi di Jalur Denpasar-Gilimanuk. Sebuah kendaraan truk Hino peti kemas bernopol B 9809 KYZ mengalami kecelakaan tunggal.
Sebelum mengalami kecelakaan tunggal Truk Hino dikemudikan Andy Sagara, datang dari arah selatan menuju utara atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Melintas di Jalan Turunan turunan tajam tiba-tiba kendaraan bus mengalami masalah.
Yakni bagian slang angin belakang jebol sehingga menyebab kendaraan melaju tanpa rem dan oleng kemudian membuat truk saat berbelok terguling di badan jalan.
Beruntung tidak ada pengguna jalan tertimpa oleh truk yang terguling.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata menyebut sejauh ini truk dalam proses penanganan evakuasi.
"Diduga kendaraan truk Hino peti kemas alami kecelakaan tunggal karena slang angin belakang jebol sehingga rem tidak dapat berfungsi membut truk oleng hingga terguling," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak