DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Kasus kekerasan acap terjadi di Cafe Triple Three Bar Society.
Sekadar diketahui, sebelumnya sempat terjadi kasus pengeroyokan yang dilakukan pemilik Cafe Triple Three Bar Society bernama I Wayan Eka Juniawan alias Damar, bersama I Wayan Sugana Putra alias Gana, dan, Devid Yong alias DJ Dev.
Mereka melakukan pengeroyokan terhadap pemuda bernama I Gusti Bagus Chakra Widyaputra, 22, hingga patah tulang rahang.
Kejadiannya itu pada Rabu, 11 Oktober 2023 lalu, sekitar pukul 01.00 WITA.
Terbaru, kasus serupa kembali terulang. Seorang pengunjung cafe live music dan live DJ yang terletak di Jalan Tukad Barito Timur No. 97, Panjer, Denpasar Selatan, Denpasar, bernama Komang Widiartawan alias Omang, 30, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh kurang lebih 10 orang.
Kejadiannya berlangsung di parkiran Jumat 7 Maret 2025 lalu, sekitar pukul 02.00 WITA.
Pantauan wartawan di TKP, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan mendatangi lokasi kejadian, mencari keterangan saksi. Bahkan sejumlah anggota berpakaian bebas rapi juga mengecek sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dikatakan sumber petugas, pihaknya telah menerima laporan dari korban.
Korban menjalani perawatan di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, karena mengalami sejumlah lukamemar, dan bengkak serius.
"Dua mata, pipi, kepala, hidung dan mulut keluar darah. Ada luka memar pada punggung, leher, dan perut terasa sakit," ungkap sumber polisi sembari mengatakan, menurut keterangan korban, pelaku sekitar 10 orang.
"Kata korban, dia sama sekali tidak mengenali para pelaku. Dan motifnya adalah salah paham akibat senggolan di Cafe Triple Three Bar Society," tutup sumber tadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sementara melakukan penyelidikan.
Pengembangan sementara berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun polisi, kejadian bermula saat Omang dan enam temannya saling mengajak untuk mengobrol.
Mereka mengunjungi kafe tersebut pada Sabtu, 8 Maret 2025, sekitar pukul 23.30 WITA.
Sebelum masuk, lelaki asal Banjar Bhuana Shanti, Padangsambian, Denpasar Barat, itu memarkir mobilnya di depan Toko Rika yang terletak di sebelah Cafe Triple Three.
Setelah itu, mereka masuk dan menikmati minuman bersama. Empat teman korban pulang lebih dahulu, sekitar pukul 01.30. Lalu disusul dua temannya beberapa saat kemudian.
Sedangkan Omang hendak keluar dan ingin pulang sekitar pukul 02.00. Saat melangkah melintasi sekumpulan orang yang sedang joged, pelipisnya tersenggol oleh salah satu pelaku.
Walaupun demikian, ia tidak marah, namun mengingatkan orang itu untuk lebih berhati-hati.
"Sayangnya, perkataan korban ini membuat pelaku misterius itu tersinggung dan mendorongnya,"kata Jubir Polresta Denpasar, Minggu (9/3).
Walaupun didorong, ia memilih tenang dan terus melangkah ke luar. Ternyata pria itu bersama temannya membuntuti Omang hingga parkiran. Saat hendak masuk mobil, dia dicegat secara kasar.
Pelaku bersama sejumlah temannya menarik dan melakukan penganiayaan serta pengeroyokan tanpa perlawanan.
"Tangan korban dipegang secara bergantian oleh para pelaku dan teman-temannya berjumlah 10 orang. Secara silih berganti mereka memukul dan menendang korban," jelas Sukadi mengutip keterangan saksi-saksi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan bengkak pada kedua mata, pipi, kepala, hidung, mulut mengeluarkan darah, serta luka memar pada punggung, leher, dan perut.
Korban kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, dalam kondisi parah.
Kini, pihak berwajib telah mendatangi dan melakukan olah TKP, mendata korban dan saksi, meminta keterangan, mengarahkan korban untuk membuat laporan dan visum, serta melakukan penyelidikan untuk mendalami identitas pelaku. "Kami masih menyelidiki," tutupnya.***
Editor : Donny Tabelak