Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Warga Jembrana Ditemukan Tewas Mengambang di Banyuwangi. Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Muhammad Basir • Rabu, 12 Maret 2025 | 20:16 WIB

 

RUMAH DUKA: Perbekel Yehembang, I Made Semadi (dua dari kiri), saat bertemu kerabat dan keluarga korban di rumah duka.
RUMAH DUKA: Perbekel Yehembang, I Made Semadi (dua dari kiri), saat bertemu kerabat dan keluarga korban di rumah duka.

RadarBuleleng.id – Komang Kusumajaya, 37, seorang pemuda asal Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana, ditemukan tewas di tepi Sungai Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Senin (10/3/2025). 

Keluarga menduga, kematian korban bukan kecelakaan biasa. Melainkan kasus pembunuhan. 

Hingga kini, peristiwa itu masih menyisakan banyak tanda tanya. Pihak keluarga pun mendesak kepolisian untuk segera mengusut kasus ini.

Perbekel Yehembang, I Made Semadi, membenarkan bahwa korban adalah warganya. 

“Ya, benar, Komang Kusumajaya adalah warga kami. Saya juga sudah mengunjungi rumah duka untuk memastikan dan menyampaikan belasungkawa,” ujar Semadi, Selasa (11/3/2-25).

Berdasarkan informasi dari keluarga, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Minggu (9/3/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. 

Ia pergi bersama seorang tetangga bernama Putu Saputra Adinata alias Gading. Tujuannya mengambil sepeda motor yang seminggu sebelumnya dibawa oleh Gading.

Yang membuat keluarga curiga, Gading sempat berbelit-belit saat ditanya keberadaan motor tersebut. 

Belakangan terungkap bahwa motor korban ternyata telah digadaikan di Banyuwangi. 

Korban pun akhirnya memutuskan pergi ke Banyuwangi bersama Gading untuk mengambil motornya kembali.

Namun, kepergian itu menjadi perjalanan terakhirnya. Sehari setelah berangkat, Senin (10/3/2025), Gading pulang ke rumah korban sendirian. 

Saat ditanya keberadaan Komang, ia berdalih bahwa korban masih tidur di Desa Delodberawah. 

Bahkan, ia mengatakan kepada ibu korban bahwa Komang berencana pergi ke Lombok untuk bekerja. 

Pernyataan dari Gading membuat keluarga semakin curiga. Pasalnya, korban dikenal selalu berpamitan sebelum pergi jauh.

Keluarga awalnya percaya dengan cerita Gading, tetapi ketika hingga sore korban tak kunjung pulang, kekhawatiran pun muncul. 

Puncaknya, sekitar pukul 18.00 WITA, mereka menerima kabar duka bahwa Komang ditemukan tewas di tepi sungai Wongsorejo, Banyuwangi.

Yang semakin menambah kejanggalan, korban sempat membalas pesan pamannya pada Minggu malam. 

Dalam percakapan tersebut, korban mengaku sudah berada di Pelabuhan Gilimanuk. 

Keluarga menduga kuat bahwa yang membalas pesan tersebut bukanlah Komang, melainkan orang lain yang menggunakan ponselnya.

Sementara itu, Gading yang sebelumnya sempat kembali ke rumah korban, tiba-tiba menghilang tanpa jejak setelah kabar kematian Komang tersebar.

Banyaknya kejanggalan dalam kasus ini membuat keluarga meyakini Komang Kusumajaya menjadi korban pembunuhan. Jasadnya sengaja dibuang ke sungai. Mereka pun meminta kepolisian untuk segera mengusut kasus ini hingga tuntas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#banyuwangi #sepeda motor #sungai #jembrana #kecelakaan #pemuda #pembunuhan