Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rumah Makan Banyuwangi Ludes Terbakar, Korban Merugi hingga Rp 300 Juta

Juliadi Radar Bali • Kamis, 13 Maret 2025 | 00:02 WIB
 
Kondisi Rumah Makan Banyuwangi yang ludes terbakar di Jalan Ir Soekarno, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan.
Kondisi Rumah Makan Banyuwangi yang ludes terbakar di Jalan Ir Soekarno, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan.
 
TABANAN, Radarbuleleng.jawapos.com- Kebakaran hebat menimpa sebuah rumah makan Banyuwangi yang beralamat di Jalan Ir Soekarno, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan. 
 
Kebakaran itu terjadi Selasa pagi (11/3) saat jam sahur sekitar pukul 03.15 wita. Akibat peristiwa itu tidak satupun ada barang yang berhasil diselamatkan.
 
Sehingga pemilik rumah makan, Ibu Hartini merugi mencapai ratusan juta rupiah. 
 
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, kebakaran hebat yang menimpa rumah makan Banyuwangi disaat korban Ibu Hartini bersama keluarga dan karyawannya sedang tertidur pulas. 
 
Namun korban terbangun dari tidurnya sekitar pukul 03.15 Wita karena ingin melaksanakan sahur untuk puasa esok harinya. 
 
Ketika terbangun, korban sudah melihat atap rumah makan dari ruang tengah mengeluarkan asap dan terdengar suara kretek-kretek seperti barang-barang terbakar. 
 
Melihat rumah makan dibagian tengah terbakar korban pun panik. Sehingga berteriak membangunkan semua keluarga dan karyawan, meminta tolong kepada karyawannya Agus Juliady Putra agar segera menghubungi petugas Damkar Tabanan dan petugas PLN Tabanan.  
 
Sembari menghubungi petugas Damkar Tabanan, korban berusaha mencoba bersama karyawannya menyelamatkan barang dagangan.
 
Sayangnya karena api dengan cepat membesar sehingga barang-barang dagangan dan peralatan dapur ludes terbakar.  
 
"Semua barang dagangan dan peralatan dapur hingga tempat tidur habis jadi arang dalam hitungan jam," kata Iptu Berata. 
 
Sekitar pukul 03.30 Wita, dua unit Damkar Kabupaten Tabanan tiba di lokasi kejadian. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 05.00 Wita
 
Diakui korban Ibu Hartini, akibat kebakaran korban menderita kerugian sebesar Rp 300 juta.
 
Pasalnya beberapa barang-barang yang terbakar seperti meja makan dan kursi makan, semua peralatan masak didapur, empat buh almari pakaian yang terbuat dari kayu, empat buah tempat tidur beserta kasurnya, barang dagangan, lima televisi, tiga kulkas, satu prizer dan tabung gas
 
Banyak barang dagangan dan peralatan dapur yang ludes terbakar, karena peristiwa itu. Korban pun sudah ikhlas menganggap sebagai musibah. 
 
"Jadi sesuai keterangan dan surat pernyataan dibuat korban bahwa tidak melanjutkan ke ranah hukum dan korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah," terang Iptu Berata.
 
Sementara itu berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
 
Keterangan pemilik rumah makan menyebut bahwa percikan api muncul pertama kali di lihat oleh korban Ibu Hartini dari kabel listrik yang ada di atas plafon.
 
Muncul percikan api dengan posisi berada pada bagian ruangan tengah rumah makan Banyuwangi. 
 
"Sehingga dugaan kebakaran pada rumah makan Banyuwangi disebabkan oleh konsleting listrik yang ada di plapon," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#korsleting listrik #banyuwangi #rumah makan terbakar #Polres Tabanan