Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Heboh, Pasutri Dikeroyok Puluhan Mahasiswa Papua di Jimbaran Bali, Diduga karena Ucapan Rasis

Andre Sulla • Kamis, 15 Mei 2025 | 14:01 WIB
Petugas kepolisian melakukan interogasi setelah terjadi pengeroyokan di depan kosan Jalan Kampus Udayana.
Petugas kepolisian melakukan interogasi setelah terjadi pengeroyokan di depan kosan Jalan Kampus Udayana.
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Sial benar nasib Pasangan Suami Istri (Pasutri) yakni Moh Sahrudin, 31, dan Kamelia, 40.
 
Keduanya menjadi korban penganiayaan sekaligus pengeroyokan oleh puluhan Mahasiswa diduga berasal dari Papua.
 
Kejadian berlangsung di depan kosan Jalan Kampus Udayana, depan RS Gigi, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin 12 Mei 2025 sekitar pukul 01.30 WITA.
 
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan, dan kasusnya sementara diselidiki Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan.
 
Hasil pengembangan, perkara ini bermotif salah paham. Bermula ketika tiga Mahasiswi Jurusan Fakultas Pertanian Unud bernama Piyo, Yuvela, Elin, ngobrol dengan teman nongkrong di TKP.
 
Mereka bercerita sambil ketawa-ketawa di teras kost sejak pukul 21.30 WITA, hingga sekitar pukul 23.30 WITA.
 
Saat itu, Moh Sahrudin merasa terganggu sehingga keluar dari kamar dan menegur ketiga mahasiswi asal Papua, agar tidak ribut-ribut sehingga tidak mengganggu penghuni kost lainnya.
 
Setelah menegur, pria asal Sumenep, Madura, Jawa Timur ini masuk kembali ke kamarnya. 
 
Mahasiswa yang membuat keributan pun awalnya minta maaf. Akan tetapi, sekitar pukul 01.15 WITA, pintu kamar kosnya pasutri itu digedor-gedor.
 
Moh Sahrudin membuka pintu dan di depan kamarnya sudah banyak orang berperawakan diduga berasal dari Papua.
 
Karena takut ia bergegas menutup pintunya. Puluhan pria yang sudah emosi malah berteriak memintanya segera keluar. 
 
Karena tak digubris, mereka menendang-nendang pintu sampai rusak. Pasutri ini dalam kondisi ketakutan terpaksa keluar. Saat itu juga, sang suami dikeroyok oleh kurang lebih 30 orang di depan istrinya.
 
"Kamelia yang melihat suaminya dipukuli berusaha menghalangi para pelaku. Kamelia dipukul di bagian wajah serta hidung, sampai mengeluarkan darah," cetus Kasi Humas Rabu (14/5). 
 
Tak hanya dikeroyok, para terlapor mengintimidasi Moh Sahrudin agar meminta maaf kepada mereka dengan memvideokan memakai handphone.
 
Kenapa demikian, karena Moh Sahrudin disebut-sebut mengeluarkan kata Rasis. Setelah itu para pria yang tidak dikenal membubarkan diri. 
 
Sementara pasutri tersebut mendatangi Polsek Kuta Selatan untuk melaporkan aksi terkait aksi premanisme, yakni penganiayaan pengeroyokan yang menimpa mereka.
 
"Ya, kasus ini masih diselidiki. Diduga karena ketakutan, pasutri ini pindah sementara di rumah saudara mereka," pungkas Jubir Polresta Denpasar.***
Editor : Donny Tabelak
#pengeroyokan #udayana #Pasutri dikeroyok #madura #polresta denpasar #papua #rasis