Radarbuleleng.jawapos.com- Bandara Bali Utara menjadi isu seksi belakangan ini. Saling serang pernyataan kerap muncul di media.
PT. BIBU Panji Sakti pun mengaku penetapan lokasi (penlok) bandara di Kabupaten Buleleng itu segera turun, ditambah dengan adanya tiga investor yang sudah melakukan perjanjian kerja sama.
CEO PT. BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan penetapan lokasi pembangunan bandara Bali utara beserta kelengkapannya, yang ditujukan ke Menteri Perhubungan RI pada April 2025.
Ia menyebutkan, sekjen Kementerian Perhubungan bahkan menyampaikan, kalau surat permohonan itu sudah berada di meja menteri. Dengan kata lain, penlok akan keluar dalam waktu dekat.
”Sekarang persiapan groundbreaking. Penlok turun dua hari sebelumnya. Setelah itu baru kita laksanakan DED sekitar tiga bulan. Jika sudah, lanjut pengerjaan proyek,” ujarnya.
Dilanjutkan Erwanto, penlok akan menjadi kejutan dalam waktu dekat. Pihaknya mengaku hanya melakukan countdown.
Sebab jika dihitung dari target 2028 harus satu runway yang selesai dan beroperasi. Maka tahun ini pengerjaan Bandara Bali Utara sudah dimulai.
Apalagi proyek bandara ini sudah masuk dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029, bersamaan dengan Tol Singapadu-Singaraja alias satu paket pengerjaan.
Jadi pembangunan bandara dan infrastruktur pendukungnya dilakukan bersamaan.
”Semua menjadi integrated. Termasuk soal pekerjaan hingga pendanaan, semua sudah disiapkan. Karena presiden sudah memutuskan ini harus jalan,” tegasnya.
Bersamaan dengan itu juga, Erwanto menyebut, kalau pihaknya sudah bertemu dengan Presiden Prabowo. Bahkan presiden ke-8 RI itu disebut akan membantu pendanaan lewat APBN, apabila kekurangan dana.
Selain itu, sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan investor Cina pada 2024, yang nilai kerjasamanya USD 3 miliar.
Selain itu, ada juga investor dari Qatar senilai USD 1,5 miliar dan Jepang senilai USD 1 miliar.
Nilai tersebut akan digunakan membangun kawasan Bandara Bali Utara, yang rencananya offshore alias lepas pantai.
”Saya akan sowan dengan beliau (Gubernur Bali, Wayan Koster) dan jelaskan bagaimana biaya pembangunannya. Dalam waktu dekat juga akan ada penandatanganan investor lagi,” tandas CEO PT. BIBU Panji Sakti.***
Editor : Donny Tabelak