RadarBuleleng.id - Memasuki hari ketiga pasca amblasnya Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, perbaikan jalan terus dikebut oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali.
Targetnya, jalur vital penghubung logistik Pulau Bali itu bisa kembali dilintasi kendaraan bertonase berat secepat mungkin.
Namun, hingga Kamis (10/7/2025), antrean truk logistik masih terlihat memadati pinggir jalan di sepanjang jalur dari timur.
Mulai dari sekitar SPBU Desa Berembeng hingga Selemadeg. Sebagian sopir bahkan sudah tiga hari menginap di dalam kendaraan sambil menunggu perbaikan rampung.
"Saya sudah tiga malam tidur di truk sejak jalan amblas. Mau putar balik jauh, apalagi lewat Singaraja atau Karangasem, risikonya tinggi," keluh Kasdi, 69, sopir truk pengangkut elektronik asal Kudus, Jawa Tengah.
Kasdi menyebut, jalur alternatif memaksa sopir mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar. Ia pun masih menunggu instruksi dari atasannya.
"Kalau disuruh balik lewat jalur alternatif ya saya ikut saja, asal ongkos tambahan ditanggung," katanya.
Senada diungkapkan Roni, sopir asal Surabaya. Truk yang dikemudikannya memuat mesin pengolahan limbah dari Ketewel, rencana dikirim ke Solo.
Namun rute terganggu karena amblesnya jalan nasional. Ia harus menghubungi pemilik barang untuk meminta tambahan biaya operasional.
"Kalau muter lewat Gitgit, risikonya besar. Jalannya sempit, banyak tanjakan. Saya hitung risikonya 70 persen untuk truk besar," jelas Roni. Menurutnya, jalur Karangasem lebih aman, meski tetap berisiko.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, sejak Senin (7/7) pihaknya sudah mengalihkan arus kendaraan berat ke jalur Denpasar–Singaraja lewat Bedugul.
Jalur ini diperuntukkan bagi kendaraan roda enam ke atas seperti truk tronton dan truk logistik lainnya.
“Untuk pengalihan arus sudah kami koordinasikan dengan Polres Jembrana, Polres Buleleng, Polres Badung, dan Polres Karangasem,” ungkapnya.
Sementara kendaraan kecil dan roda dua masih bisa menggunakan jalur alternatif lokal, yakni melalui simpang Indomaret Bajera–Jalan Serma Ada–Jalan Sruti–Jalan Anusapati, lalu kembali ke jalur nasional.
Petugas dari Polsek Selemadeg, Satlantas Polres Tabanan, dan Dishub Tabanan disiagakan di titik-titik rawan untuk mengatur arus dan membantu pengendara yang belum mengetahui pengalihan rute.
“Banyak sopir yang belum tahu jalan ditutup. Ada yang nekat jalan terus, ada juga yang akhirnya terjebak dan harus menginap di pinggir jalan,” terang AKBP Bayu Pati. Pihaknya juga mengimbau truk-truk parkir agar berpindah ke kantong parkir yang telah disiapkan.
Dari sisi teknis, BBPJN Jatim–Bali terus menggenjot proses perbaikan jalan ambles. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I Bali, Pramono Tri Yulianto menjelaskan, saat ini proses pemasangan box culvert terus dilanjutkan.
“Hingga hari ini sudah terpasang tujuh box culvert berukuran 2x2 meter. Kami targetkan malam nanti bisa terpasang sepuluh dari total 12 unit yang dibutuhkan,” jelasnya.
Setelah seluruh box culvert terpasang, tahap selanjutnya adalah pemasangan beton siku sebagai pengaman struktur. Pramono menambahkan, seluruh pekerjaan dilakukan selama 24 jam, dibagi dalam dua shift.
“Semua alat berat sudah siap, mulai dari excavator, back hoe, hingga crane. Jadi, untuk peralatan tidak ada kendala,” tegasnya.
Soal cuaca, hingga hari ketiga pengerjaan, kondisi masih mendukung. Meski sempat turun hujan ringan, secara umum langit cerah dan tidak mengganggu pekerjaan.
“Mudah-mudahan cuaca tetap cerah agar proses perbaikan bisa selesai lebih cepat,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya