Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dokter Kandungan Asal Bali Ini Rilis Lagu Baru, Ternyata Jago Nyanyi dan Sudah Punya Dua Album

Marsellus Pampur • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:18 WIB

 

TERUS BERKARYA: dr. Putu Satrya Wijaya, dokter kandungan asal Bali merilis lagu.
TERUS BERKARYA: dr. Putu Satrya Wijaya, dokter kandungan asal Bali merilis lagu.

RadarBuleleng.id – Di balik jas putih dan kesibukannya menangani pasien sebagai dokter kandungan, dr. Putu Satrya Wijaya ternyata menyimpan bakat besar di dunia tarik suara. 

Pria kelahiran Denpasar, 15 Desember 1982 ini, tak hanya dikenal profesional di bidang medis, tetapi juga produktif menciptakan lagu dan merilis album.

Dokter yang akrab disapa dr. Putu ini berasal dari Banjar Laleng, Desa Pupuan Sawah, Kaupaten Tabanan. Selain dikenal ramah di ruang praktik, ia juga dikenal sebagai penyanyi yang telah merilis dua mini album berbahasa Indonesia bergenre pop. 

Album pertamanya bertajuk Untuk Kau di Sana (2023), berisi lima lagu yang merupakan ekspresi dari perjalanan emosionalnya. Disusul album kedua Tentang Rindu (2024), yang memuat empat lagu bertema cinta dan perasaan mendalam.

Tahun ini, dr. Putu kembali berkarya. Ia merilis single ketiganya bertajuk Rindu, yang resmi diluncurkan di berbagai platform digital pada akhir Juni lalu. 

Lagu tersebut juga telah dilengkapi dengan video klip yang bisa disaksikan di kanal YouTube dr Putu Song & Poetry.

“Di tengah padatnya aktivitas sebagai dokter kandungan, saya merasa bersyukur karena masih diberi inspirasi untuk terus berkarya. Lagu ini saya tulis sendiri, sebagai bentuk ekspresi hati dan ungkapan rasa,” ujarnya saat ditemui di Denpasar belum lama ini

Baca Juga: Museum Masuk Sekolah, Gedong Kirtya Ajak Siswa SD Menulis Lontar dan Nyanyikan Lagu Bali

Lagu Rindu bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta, namun memilih memendam perasaannya. 

“Ini tentang seseorang yang mencintai dalam diam. Ia tidak berani mengungkapkan, hanya menikmati rasa rindunya sendiri dalam angan,” jelasnya.

Lagu ini diaransemen oleh De Ama, musisi dan pencipta lagu asal Bali, bersama tim dari SilaHome Studio. Sementara proses pembuatan video klip dikerjakan oleh CATO Production, dengan arahan kreatif dari Arga Agustianto, Ariyo Widodo, dan Sherpa Jose.

Dengan irama pop yang lembut namun tidak terlalu melankolis, dr. Putu berharap karyanya bisa menyentuh hati banyak orang, terutama mereka yang sedang bergelut dengan perasaan cinta yang belum terungkap. 

“Rasa rindu itu seharusnya dinyatakan, bukan dipendam. Karena tidak semua orang peka dengan sinyal yang kita kirimkan,” ucapnya.

Meski kini bertugas di RS Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, dr. Putu tetap menjaga semangat bermusiknya. 

Proses kreatif dan rekaman lagunya dilakukan di Denpasar, dengan perencanaan waktu yang matang agar tidak mengganggu profesi utamanya.

“Saya berusaha menjaga keseimbangan. Selain merawat pasien, saya ingin menghibur masyarakat lewat karya seni. Musik bagi saya adalah cara lain untuk berbagi rasa,” tegasnya.

Dalam bermusik, dr. Putu banyak terinspirasi dari musik pop era 1990-an hingga 2000-an. Ia mengidolakan penyanyi dan grup musik legendaris seperti Katon Bagaskara dan KLa Project, yang menurutnya berhasil memadukan lirik puitis dengan melodi yang kuat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#platform #lagu #youtube #profesional #album #medis #dokter #dokter kandungan #jatuh cinta #kandungan