RadarBuleleng.id – Kondisi jalur pedestrian di kawasan Pantai Kuta tampak memprihatinkan. Padahal pantai tersebut merupakan ikon pariwisata Bali.
Kawasan tersebut sempat dihempas gelombang pasang yang terjadi Jumat (7/11/2025) lalu.
Dampaknya, paving yang menjadi jalur pedestrian wisatawan di Pantai Kuta, mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.
Sayangnya hingga Senin (10/11), belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah setempat. Bahkan terkesan saling lempar.
Pantauan di lokasi, banyak bagian trotoar ambrol dan tergenang air laut. Wisatawan maupun warga yang berjalan di sepanjang pantai tampak kesulitan melintas karena jalur pejalan kaki tidak rata dan licin.
Para pedagang di sekitar pantai pun terpaksa mengambil inisiatif sendiri. Mereka memasang pagar darurat dari kayu gelondongan untuk menahan hempasan ombak yang kerap naik hingga area dagangan.
“Kami bikin pagar kayu supaya air laut nggak sampai ke warung. Soalnya malam hari ombaknya tinggi. Nunggu pemerintah lama,” ujar salah satu pedagang di Pantai Kuta.
Sejumlah bean bag chair berwarna merah tampak tergeletak di area yang rusak.
Biasanya, kursi-kursi itu disewakan kepada wisatawan untuk bersantai menikmati panorama pantai.
Kini, kawasan itu sepi karena akses terganggu dan pedagang takut dagangannya tersapu ombak.
“Susah tamunya lewat, jadi sepi,” keluh pedagang lainnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha menyebut kewenangan perbaikan infrastruktur di kawasan pantai Kuta menjadi kewenangan Kabupaten Badung.
“Saat ini memang ada kegiatan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penataan sand nourishment. Silahkan dikonfirmasi lebih lanjut ke Pemkab Badung,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Alam (SDA) pada Dinas PU Kabupaten Badung, Agung Rama menyatakan pedestrian tersebut bukan rusak, melainkan hanya terputus.
"Tidak rusak. Itu namanya putus," ucap Gung Rama.
Menurutnya Pemkab Badung telah melakukan mitigasi risiko arus gelombang yang tinggi bulan ini.
Sayangnya, perbaikan pedestrian yang rusak menunggu penyelesaian pengerjaan breakwater dan pengisian pasir dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida.
"Kami melakukan melakukan beton-beton sebagai walk way, kalau situasi rob menurun serta kegiatan Balai Wilayah Sungai kan ada pembangun itu. Sudah ada pembangunan break water dan pengisian pasir. Setelah itu baru akan menata kembali," jelasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya