SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gubernur Bali, Wayan Koster meminta pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan jalur shortcut Singaraja–Denpasar titik 11–12 guna memperlancar arus kendaraan dan meningkatkan konektivitas Bali Utara dengan Bali Selatan.
Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri groundbreaking pembangunan shortcut titik 9–10 di Desa Gitgit, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (7/1/2026).
Koster menegaskan, selain pengerjaan titik 9–10, pembangunan titik 11–12 menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi medan yang berat dan selama ini menjadi salah satu titik rawan kemacetan di jalur Singaraja–Denpasar.
“Selain shortcut ini (titik 9-10) saya juga sudah mohon ke Pak Menteri titik 11–12. Kenapa saya prioritaskan? Karena medannya berat. Ini akan sangat membantu lalu lintas aktivitas masyarakat,” ujar Koster.
Adapun titik 11-12 yang ia maksud adalah jalur yang akan membentang dari Desa Padangbulia menuju Desa Ambengan di Kecamatan Sukasada.
Pengguna jalan pun tak perlu lagi melewati jembatan Bangkiang Sidem.
Ia menekankan agar penanganan jalur Singaraja didahulukan dibandingkan ruas lainnya yang masih belum dikerjakan. Seperti titik 1-2. Menurutnya, titik 1–2 masih relatif landai sehingga bisa dikerjakan belakangan.
“Saya minta yang Singaraja diberesin duluan. Kalau titik 1–2 relatif landai, jadi bisa belakangan,” tegasnya.
Untuk mendukung percepatan proyek, Koster menyebut bila Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali telah menghitung kebutuhan anggaran pembebasan lahan untuk titik 11–12, yang diperkirakan mencapai Rp 80 miliar.
“Untuk titik 11–12, Kadis PU sudah menghitung kebutuhan lahan memerlukan anggaran Rp 80-an miliar. Kalau bisa, proses pembebasan lahan mulai tahun ini,” katanya.
Ia mendorong agar penetapan lokasi (penlok) segera diproses, dilanjutkan dengan appraisal, sehingga penganggaran bisa dimasukkan pada APBD Perubahan 2026.
“Supaya bisa dianggarkan di APBD perubahan tahun ini 50 persen, APBD induk 2027 sisanya. Jadi tuntas,” jelas Koster.
Dengan skema tersebut, ia berharap perencanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dapat dimulai tahun ini.
Targetnya, proses tender pembangunan shortcut titik 11–12 dapat dimulai pada akhir 2027, pekerjaan fisik dimulai awal 2028, dan rampung pada 2029.
“Target saya ini harus selesai sebelum jabatan saya selesai pada 20 Februari 2030. Paling tidak titik 11–12,” tegasnya.
Koster menambahkan, meskipun titik 1–2 kemungkinan dikerjakan sedikit lebih lambat karena harga tanah yang lebih mahal dan kebutuhan anggaran yang lebih besar, pihaknya tetap mengupayakan agar seluruh ruas shortcut Singaraja–Denpasar dapat terselesaikan.
“Jadi ada kenangan manis bagi masyarakat Buleleng untuk pembangunan jalan shortcut titik 11–12,” ucapnya.
Lebih lanjut, Koster membeberkan rencana lanjutan setelah infrastruktur jalan tersebut rampung. Pemerintah Provinsi Bali akan menyiapkan layanan transportasi umum berupa bus bolak-balik Singaraja–Denpasar.
“Nanti kalau sudah selesai, kami akan siapkan transportasi bus bolak-balik Singaraja–Denpasar. Berangkat pagi, pulang sore atau malam, jadi tidak perlu kost lagi di Denpasar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rencana menghadirkan layanan Trans Metro Dewata ke Buleleng dengan menggunakan moda bus listrik.
Pada September mendatang, Pemprov Bali dijadwalkan menerima bantuan 10 unit bus listrik dari Korea.
“Kami operasikan untuk Buleleng dengan sewa murah. Kan keren,” ujarnya.
Koster pun meminta dukungan DPRD Bali agar pembangunan shortcut titik 11–12 menjadi agenda prioritas daerah. Ia menegaskan, jika anggaran tidak mencukupi, maka program lain bisa disesuaikan.
“Kalau anggaran nggak cukup, yang lain potong. Karena harus selesai ini,” kata Koster.
Menurut Koster, penyelesaian infrastruktur jalan menjadi komitmennya selama masa kepemimpinan.
Hal itu sejalan dengan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
“Pariwisata Bali itu berkontribusi 66 persen terhadap ekonomi Bali. Karena itu infrastrukturnya harus tuntas di periode saya,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya