Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Nekat Masuk ke Bali, Enam Anak Jalanan Diamankan di Gilimanuk. Mayoritas Belum Cukup Umur

Muhammad Basir • Kamis, 8 Januari 2026 - 18:08 WIB

 

AMANKAN ANAK JALAN: Sejumlah anak jalanan diamankan di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka nekat datang ke Bali meski tanpa bekal.
AMANKAN ANAK JALAN: Sejumlah anak jalanan diamankan di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka nekat datang ke Bali meski tanpa bekal.

RadarBuleleng.id – Aparat Kelurahan Gilimanuk menertibkan enam anak terlantar yang diduga anak jalanan di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (7/1/2026) pagi. Penertiban dilakukan sekitar pukul 07.30 WITA di Lingkungan Asri Timur.

Dari hasil pendataan, lima di antaranya diketahui masih di bawah umur dan tidak membawa identitas diri maupun uang saku. 

Kelimanya masing-masing berinisial PR, 15, NA, 13, MY, 16, FA, 15, serta satu anak lainnya berinisial IP, 15. 

Sementara dua orang lainnya berusia 22 tahun, yakni Muhammad Salman Al Farisih, 22, dan Ido Pratama, 22.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menjelaskan, keenam anak tersebut menyeberang dari Pelabuhan Ketapang dan tiba di Gilimanuk sekitar pukul 02.30 WITA. 

Karena tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar, mereka memilih bermalam di depan salah satu kafe.

“Begitu kami mendapat laporan, langsung dilakukan penertiban. Selanjutnya mereka dibawa ke kantor kelurahan untuk pembinaan dan pendataan,” ujar Tony.

Dalam keterangannya, Tony menyebutkan para anak tersebut mengaku berniat melanjutkan perjalanan ke Denpasar dengan cara menumpang truk karena tidak memiliki ongkos angkutan umum. 

Praktik tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Mereka mengaku akan ke Denpasar dengan menumpang truk. Ini sering dilakukan anak jalanan yang sebelumnya diamankan, mencegat truk di jalan, sehingga risikonya sangat tinggi,” jelasnya.

Penertiban ini dilakukan untuk menjaga ketertiban wilayah sekaligus melindungi anak-anak di bawah umur agar tidak terlantar dan menghadapi risiko di jalanan. 

Setelah diberikan pembinaan awal, keenam anak tersebut dibawa ke Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk.

“Setelah kami berikan sarapan nasi bungkus, mereka dipulangkan ke daerah asal,” kata Tony.

Proses pemulangan dilakukan melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan pengawalan petugas. 

Pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan anak terlantar atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #jembrana #gilimanuk #kafe #anak jalanan #anak #uang saku