RadarBuleleng.id - Eksistensi Bus Trans Sarbagita milik Pemerintah Provinsi Bali kembali tergerus. Layanan transportasi publik Trans Sarbagita jurusan GOR Ngurah Rai–Gianyar resmi berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026.
Penghentian trayek tersebut dipicu kendala teknis, keterbatasan armada, serta minimnya jumlah penumpang.
Informasi penghentian operasional ini juga telah diumumkan melalui media sosial resmi Trans Sarbagita. Meski demikian, keputusan tersebut menyisakan kekecewaan di kalangan pengguna setia.
Salah satu penumpang asal Gianyar mengaku cukup bergantung pada layanan Sarbagita rute GOR–Gianyar, terutama karena bus tersebut bisa langsung mengantar hingga kawasan Pasar Gianyar. Ia yang bekerja di Denpasar menilai rute ini sangat membantu mobilitas harian.
Meski saat ini masih tersedia layanan Trans Metro Dewata menuju Gianyar, penumpang harus naik dan turun di wilayah Sakah. Kondisi itu dinilai kurang praktis, khususnya bagi pekerja, pelajar, maupun lansia.
Sarbagita selama ini menjadi pilihan karena lebih ekonomis dibandingkan kendaraan pribadi. Penggunanya pun beragam, mulai dari pelajar SMA hingga warga lanjut usia.
Kepala Dinas Perhubungan Bali, Kadek Mudarta membenarkan penghentian operasional Sarbagita jurusan GOR–Gianyar. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan semata karena keterbatasan armada, tetapi juga rendahnya tingkat keterisian penumpang.
“Saat ini Trans Sarbagita tetap beroperasi dengan fokus layanan pada trayek GOR Ngurah Rai–GWK. Layanan Denpasar–Gianyar belum dapat dijalankan karena keterbatasan armada dan permintaan penumpang yang rendah,” jelas Mudarta.
Ia menyebutkan, jumlah armada Sarbagita saat ini hanya mampu melayani dengan interval sekitar satu jam. Dengan mengalihkan armada dari rute GOR–Gianyar ke jurusan Politeknik Negeri Bali (PNB), layanan bisa dipadatkan dengan waktu tunggu di bawah satu jam.
“Tahun ini kami hanya mengoperasikan satu koridor, yakni GOR–PNB/GWK. Seluruh unit kami fokuskan di sana untuk memperkecil headway,” ujarnya.
Menurut Mudarta, kebutuhan transportasi publik ke arah Gianyar sejatinya telah dilayani oleh Trans Metro Dewata. Sementara pengalihan armada Sarbagita ditujukan untuk memaksimalkan pelayanan ke wilayah Badung Selatan.
“Semua unit di koridor dua kami alokasikan ke koridor satu agar pelayanan bisa lebih optimal,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya