RadarBuleleng.id - Tangis tertahan bercampur isak pilu memenuhi Krematorium Pitra Puja Puspa Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Senin (9/2/2026) siang.
Di tengah kepadatan kerabat dan warga yang datang silih berganti, prosesi ngaben untuk I Wayan Rencana Yasa, 37, berlangsung dengan suasana duka.
Rencana Yasa, warga Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, meninggal dunia setelah tersambar petir saat memancing di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.
Upacara pengabenan dimulai kemarin pukul 11.30, diiringi duka mendalam keluarga, terutama sang istri, Ni Kadek Ayu Serla Dewi, yang sejak awal prosesi tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
Ayah mendiang, Nengah Lungsur, 60, mengenang anaknya sebagai sosok sederhana yang sejak remaja gemar memancing.
Di sela-sela kesibukan bekerja, Yasa selalu meluangkan waktu untuk menyalurkan hobinya itu.
“Anak saya kerja sebagai sopir pengantar kacang di tempat produksi kacang di Desa Nongan, Karangasem. Kalau memancing di Danau Batur, baru dua kali,” tutur Lungsur dengan suara tercekat.
Hari itu, kata Lungsur, Yasa sebenarnya sempat dilarang pergi memancing oleh sang istri.
Kekhawatiran muncul lantaran cuaca belakangan tidak menentu, dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Bahkan, Dewi sempat bermimpi buang air besar—yang dalam kepercayaan setempat kerap dimaknai sebagai firasat akan kehilangan orang terdekat.
“Waktu berangkat memancing tidak hujan. Sekitar pukul 14.00 baru hujan. Katanya tersambar petir saat dapat ikan,” ujarnya lirih.
Meski duka masih membekas, Lungsur mengaku berusaha ikhlas menerima kepergian anaknya sebagai takdir.
Yasa meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masih balita. Mereka adalah Putu Rukma, 4, dan Kadek Deva, 1.
“Anak saya ini polos, tapi bisa diandalkan. Sangat rajin ke masyarakat. Saya sangat kehilangan,” katanya.
Sepeninggal Yasa, Ayu Serla Dewi kini harus menata ulang hidupnya. Ia mengaku berencana kembali bekerja setelah sebelumnya berhenti usai melahirkan anak kedua.
Bukan hanya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk masa depan kedua buah hatinya.
“Usia seperti ini sedang senang-senangnya jajan. Saya ingin kembali bekerja. Dulu saya dan suami bekerja di tempat yang sama. Saya goreng-goreng kacang,” kenangnya, sembari menahan air mata.
Kerabat korban, Nengah Darma Yasa, 45, menambahkan bahwa peristiwa sambaran petir itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak sejumlah barang milik para pemancing.
“Saya yang dihubungi pertama kali, tapi pakai handphone warga. Karena handphone mereka dan kunci motor remote rusak setelah tersambar petir,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya petir menyambar tiga orang pemancing yang tengah asyik mencari ikan di Danau Batur.
Mereka diketahui bernama I Wayan Rencana Yasa, 37, Wayan Wirawan, 34, dan Ketut Bagiada, 37. Seluruhnya warga Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Dari tiga orang tersebut, Rencana Yasa meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua rekannya, yakni Wayan Wirawan dan Ketut Bagiada mengalami luka bakar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya