Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sidak Takjil di Klungkung Bali, BPOM Temukan Kerupuk Mengandung Zat Berbahaya

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 27 Februari 2026 | 10:13 WIB

 

ADA BAHAN BERBAHAYA: Plt. Kepala BBPOM Denpasar, Made Ery Bahari (tengah) bersama Wakil Bupati Klungkung, Gede Surya Putra (kanan) mengecek sampel kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya.
ADA BAHAN BERBAHAYA: Plt. Kepala BBPOM Denpasar, Made Ery Bahari (tengah) bersama Wakil Bupati Klungkung, Gede Surya Putra (kanan) mengecek sampel kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya.

RadarBuleleng.id - Pengawasan pangan buka puasa di Kabupaten Klungkung, Bali, membuahkan temuan. 

Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menemukan satu sampel takjil positif mengandung rhodamin B, atau zat pewarna sintetis berbahaya.

Pengawasan dilakukan tim BBPOM di Denpasar bersama tim Operasional Laboratorium Keliling, bersinergi dengan Pemkab Klungkung.

Pengawasan dilakukan di sejumlah titik, yakni di sentra takjil Kampung Gelgel, Banjar Lebah, dan Pasar Senggol Klungkung, pada Kamis(26/2/2026).

Tercatat ada sampel takjil yang diperiksa. Sebanyak 14 sampel diambil dari Kampung Gelgel, enam sampel di Banjar Lebah, dan enam sampel lainnya di Pasar Senggol Klungkung.

“Makanan yang diuji, yakni kolak, es gula, jaja giling-giling, pepes pindang, teri, tahu dan bakso,” jelas Plt. Kepala BBPOM  Denpasar, Made Ery Bahari.

Saat mengambil sampel di Pasar Senggol Klungkung, petugas mengaku sudah menaruh kecurigaan saat menemukan kerupuk dengan pinggiran berwarna merah muda cerah. Warna mencolok itu dinilai tidak lazim untuk produk pangan tradisional.

Hasil uji laboratorium membuktikan kecurigaan petugas. Kerupuk tersebut positif mengandung rhodamin B. Zat ini dilarang digunakan pada pangan karena berisiko bagi kesehatan.

Pedagang yang menjual kerupuk tersebut mengaku tidak memproduksi sendiri. Melainkan membeli dari pihak lain.

Menyusul temuan tersebut, Ery Bahari menyatakan pihaknya akan melakukan edukasi kepada pedagang sekaligus menelusuri produsen kerupuk. 

Jika ditemukan, produsen akan dibina. Namun bila tetap membandel, BBPOM akan menempuh proses hukum.

”Makanan yang mengandung rhodamin b bila dikonsumsi terus menerus dan terakumulasi akan memicu penyakit kanker dan gangguan fungsi ginjal,” katanya.

Temuan ini menjadi yang pertama dalam beberapa tahun terakhir di Klungkung. Sebelumnya, BBPOM tidak menemukan takjil mengandung bahan berbahaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli makanan, khususnya yang memiliki warna terlalu cerah. 

”Begitu juga terhadap produsen makanan, saya minta untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #takjil #pewarna sintetis #rhodamin B #sampel #kerupuk #klungkung #buka puasa #bbpom #kolak #teri