Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Innalillahi! Mudik Horor di Bali Makan Korban. Seorang Pemudik Tewas Diduga Kelelahan

Eka Prasetya • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:22 WIB

 

KORBAN MUDIK: Polisi mengevakuasi seorang pemudik yang meninggal akibat kelelahan. Ia terjebak kemacetan dalam mudik Idul Fitri tahun ini.
KORBAN MUDIK: Polisi mengevakuasi seorang pemudik yang meninggal akibat kelelahan. Ia terjebak kemacetan dalam mudik Idul Fitri tahun ini.

RadarBuleleng.id – Arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, diwarnai kabar duka.

Pada Rabu (18/3/2026) pagi, seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sempat pingsan di dalam bus saat mengantre keluar Bali.

Korban diketahui bernama Rukmini Pamurasih, 39, warga Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Alian, Kebumen. 

Ia menumpang bus Tami Jaya dengan nomor polisi AB 7991 AS jurusan Denpasar–Jawa Tengah. Dalam perjalanan itu, ia dilaporkan berangkat seorang diri.

Korban diduga mengalami kelelahan, mengingat kondisi kemacetan arus mudik di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk cukup panjang. Pada Rabu pagi, kemacetan dilaporkan mengular hingga sejauh 15 kilometer.

Komandan Batalyon C Pelopor Brimob Polda Bali, Kompol I Nyoman Supartha Wiryadarma, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WITA di kawasan Simpang Manuver.

"Sekitar pukul 06.45 WITA, korban dilaporkan pingsan di dalam bus saat berada di kawasan Simpang Manuver. Kondektur bus segera meminta bantuan kepada petugas kesehatan di lokasi," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, personel Satgas 5 Tindak Subsatgas Pintu Keluar Bali yang berjaga di Pos Patung Budha langsung melakukan evakuasi. 

Korban sempat dibawa ke Kantor Kesehatan Karantina untuk mendapatkan penanganan awal berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Selanjutnya, korban dirujuk ke Puskesmas II Melaya di Kelurahan Gilimanuk menggunakan ambulans. Namun, nyawanya tidak tertolong.

"Personel kami sudah berupaya maksimal melakukan evakuasi dan koordinasi medis. Saat ini situasi di Pelabuhan Gilimanuk tetap berjalan di bawah pengamanan ketat Operasi Ketupat Agung 2026," jelas Wiryadarma.

Dokter jaga UGD Puskesmas II Melaya, dr. Suriyono menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Pada saat tiba pasien sudah meninggal. Kalau mungkin dikaitkan dengan kondisi sekarang ini, perjalanan jauh, situasi ngantri lama, kemungkinan ada kaitannya dengan kelelahan fisik," jelasnya.

Saat ini jenazah korban masih dititipkan di Puskesmas Gilimanuk dan rencananya akan dipulangkan ke rumah duka di Jawa Tengah menggunakan mobil jenazah RSU Negara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #jawa tengah #bali #karantina #bus #brimob #kesehatan #meninggal dunia #puskesmas #arus mudik #jembrana #dokter #gilimanuk #pelabuhan gilimanuk #ibu rumah tangga #polda bali #pingsan #kebumen #kelelahan