Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Investor Tiongkok Bakal Sulap Sampah Bali Jadi Listrik, Proyek PSEL Dikebut Mulai Juli

Eka Prasetya • Jumat, 15 Mei 2026 | 06:54 WIB
BERTEMU: Gubernur Bali, Wayan Koster (dua baju merah) bertemu dengan Konjen Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng (dua dari kanan), pada Kamis (14/5/2026). Salah satu yang dibahas adalah penuntasan sampah melalui program PSEL. (Pemprov Bali)
BERTEMU: Gubernur Bali, Wayan Koster (dua baju merah) bertemu dengan Konjen Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng (dua dari kanan), pada Kamis (14/5/2026). Salah satu yang dibahas adalah penuntasan sampah melalui program PSEL. (Pemprov Bali)

 

RadarBuleleng.id - Pemprov Bali mulai serius menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama investor asal Tiongkok atau China. 

Proyek berteknologi tinggi itu digadang-gadang menjadi solusi permanen persoalan sampah di Bali, khususnya di kawasan Denpasar dan Badung.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, pada Kamis (14/5/2026). 

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan itu adalah percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan digarap perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming.

Konjen Zhang memastikan Zhejiang Weiming merupakan perusahaan berpengalaman di bidang pengolahan sampah modern dan telah menangani proyek serupa di berbagai negara.

“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat. Kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” ujar Zhang.

Proyek tersebut sebelumnya telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari program waste to energy nasional yang didukung Danantara Indonesia. 

Untuk proyek di Bali, Zhejiang Weiming keluar sebagai pemenang tender dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Nantinya, fasilitas PSEL akan mengolah sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke PLN. 

Teknologi insinerator modern yang digunakan diklaim mampu mengurangi penumpukan sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi.

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan dirinya turun langsung mengawal proyek strategis tersebut. 

Bahkan, ia bersama Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar terus mematangkan seluruh tahapan administrasi hingga kesiapan lahan.

“Saya memimpin langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Walikota Denpasar untuk memastikan semuanya berjalan baik hingga peletakan batu pertama pada Juli mendatang,” kata Koster.

Menurutnya, proses pematangan lahan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Setelah groundbreaking dilakukan, pembangunan fasilitas PSEL diproyeksikan berlangsung selama 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027.

“Karena ini pertama kali adanya PSEL berteknologi tinggi di Bali, saya mengawasi ketat seluruh prosesnya,” tegas pria asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

Sebelumnya, Danantara Indonesia menunjuk Zhejiang Weiming sebagai pemenang tender program PSEL di sejumlah titik di Indonesia. 

Zhejiang Weiming diketahui sebagai salah satu perusahaan pengolah sampah incinerator terbaik di dunia. 

Dalam proyek tersebut, pemerintah daerah akan menyiapkan lahan, sementara investor asal Tiongkok itu membangun fasilitas pengolahan sampah dan sistem pembangkit listriknya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #wayan koster #china #sampah #buleleng