SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana berjanji segera mencarikan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi desa dinas.
Waktu yang sempit dikhawatirkan membuat sejumlah program terancam tidak terlaksana. Terutama program pembangunan fisik.
Asal tahu saja, pada tahun 2024, Buleleng mendapat dana BKK dari Pemkab Badung sebanyak Rp 128 miliar.
Sebanyak 128 desa - minus Desa Sembiran - mendapat alokasi dana BKK sebanyak Rp 1 miliar.
Sebenarnya dana dari Pemkab Badung sudah cair pada November lalu. Hanya saja, dana itu masih diparkir di kas daerah, karena bertepatan dengan Pilkada.
Setelah Pilkada usai, satu persatu desa mengajukan pencairan dana. Hanya saja, hingga Senin (9/12/2024) belum ada satupun desa yang bisa melengkapi berkas untuk pencairan.
Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan, pihaknya pasti akan mencairkan dana BKK tersebut. Hanya saja pencairan dilakukan secara hati-hati, karena lebih banyak yang terkait infrastruktur.
Sejumlah desa berencana menggunakan dana tersebut untuk pembangunan gedung kantor. Ada juga yang menggunakan untuk perbaikan jalan.
Khusus untuk program pembangunan kantor perbekel, pemerintah meminta agar status lahan benar-benar jelas.
“Kalau pakai tanah adat, pastikan dulu kerjasamanya. Harus jelas. Jangan sampai nanti kantor perbekel sudah bagus, malah diambil,” kata Lihadnyana saat ditemui di DPRD Buleleng, Senin (9/12/2024).
Selain itu, Lihadnyana menegaskan pemerintah desa tetap harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa. Sebab dana yang digunakan adalah dana negara.
“Harus ada pendampingan dari aparat penegak hukum. Saya nggak mau nanti ada masalah,” ujarnya.
“Beberapa sudah mengajukan. Kalau sudah memenuhi syarat, pasti kami cairkan. Kalau belum memenuhi, ya silahkan lengkapi dulu,” imbuhnya.
Lihadnyana juga mengingatkan agar aparatur desa menggunakan dana itu sesuai aturan. Sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi yang berujung pada pelanggaran hukum. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya