SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Badung mengucurkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada 128 desa di Kabupaten Buleleng pada tahun 2024 lalu. Masing-masing desa, mendapat kucuran dana sebanyak Rp 1 miliar.
Sejumlah desa yang mendapat dana bantuan, ternyata belum mengerjakan proyek fisik. Padahal sudah berganti tahun anggaran.
Hal itu terungkap saat Komisi II DPRD Buleleng melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kubutambahan. Kunjungan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana.
Dalam kunjungan itu terungkap, desa-desa di Kecamatan Kubutambahan telah mengajukan amprah dana untuk proyek fisik.
Sesuai dengan ketentuan, desa hanya bisa mengamprah 30 persen dana proyek fisik pada tahun 2024.
Baca Juga: Kabar Gembira, Dana BKK dari Badung Akhirnya Cair. Desa Mulai Jalankan Proyek
Meski sudah melakukan amprah dana, sejumlah desa ternyata belum melaksanakan proyek fisik. Padahal sudah berganti tahun anggaran.
Seperti yang terjadi di Desa Tunjung. Hingga kini desa tersebut belum merealisasikan proyek fisik dengan alasan masih terkendala cuaca.
“Kami minta agar pihak kecamatan memantau hal ini. Sehingga pekerjaan bisa segera direalisasikan,” kata Masdana.
Selain itu, Komisi II DPRD Buleleng juga menemukan sejumlah proyek yang masih terkendala.
Diantaranya kios BUMDesa serta pembangunan hangar dan kantor unit usaha Tambaning di Desa Tamblang. Proyek ini terkendala cuaca.
Serta proyek rehab Kantor Perbekel Bulian. Proyek ini juga belum terlaksana karena terkendala status lahan.
“Kami akan koordinasikan juga dengan Dinas PMD. Supaya proyek fisik yang telah direncanakan desa, bisa terlaksana dengan baik,” demikian Masdana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya