Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Busungbiu Festival 2026 Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi Warga

Francelino Junior • Minggu, 17 Mei 2026 | 07:50 WIB
BUSUNGBIU FESTIVAL: Pementasan Tari Pendet massal yang ditarikan PKK dan siswa dalam pagelaran Busungbiu Festival 2026 di Lapangan Umum Natha Praja Desa Busungbiu, pada Sabtu (16/5/2026). (Pemkab Buleleng)
BUSUNGBIU FESTIVAL: Pementasan Tari Pendet massal yang ditarikan PKK dan siswa dalam pagelaran Busungbiu Festival 2026 di Lapangan Umum Natha Praja Desa Busungbiu, pada Sabtu (16/5/2026). (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kecamatan Busungbiu kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan sumber daya unggulan di Kabupaten Buleleng. 

Tak hanya dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan yang subur, Busungbiu juga menyimpan kekuatan besar di bidang seni budaya, tradisi, hingga kreativitas masyarakatnya.

Komoditas unggulan seperti cengkeh, kopi, kakao, dan kelapa selama ini menjadi penopang utama perekonomian warga. 

Potensi tersebut kini dikemas dalam semangat kolaborasi melalui Busungbiu Festival 2026 yang resmi dibuka Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Lapangan Umum Natha Praja Desa Busungbiu, Sabtu (16/5/2026) malam.

Dalam sambutannya, Sutjidra menegaskan festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan tahunan. 

Menurutnya, Busungbiu Festival menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus sarana promosi potensi daerah dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan.

“Busungbiu Festival 2026 merupakan wadah pelestarian budaya, promosi potensi daerah, serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata Sutjidra.

Festival ini juga mendapat apresiasi penuh dari Pemkab Buleleng karena dinilai mampu menghadirkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis budaya.

Apalagi, setelah sekitar tujuh tahun vakum dari pelaksanaan festival tingkat kecamatan, gelaran di Busungbiu dinilai menjadi simbol bangkitnya semangat kebersamaan warga.

Bupati asal Desa Bontihing itu mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kecamatan Busungbiu bersama seluruh elemen masyarakat yang terlibat menyukseskan festival tersebut.

“Atas nama Pemkab Buleleng, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Busungbiu beserta seluruh komponen masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan festival ini sebagai wadah pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus sarana promosi potensi daerah,” ujarnya.

Sutjidra juga menyoroti pertumbuhan UMKM lokal, industri rumah tangga, dan sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang positif di wilayah Busungbiu. 

Pemkab Buleleng, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas wilayah guna menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya.

“Saya melihat semangat gotong royong masyarakat Busungbiu masih sangat kuat. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi modal penting dalam membangun daerah agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.

Sutjidra berharap Busungbiu Festival tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata. 

Festival tersebut diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat identitas daerah, menjaga kelestarian budaya lokal, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi Bali.

“Pemkab Buleleng akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang lahir dari kreativitas masyarakat, khususnya yang mampu mendorong penguatan budaya, pariwisata, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#busungbiu #kopi #budaya #buleleng #festival