SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Harga komoditas cabai rawit di Buleleng terus melonjak. Bahkan harganya tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram.
Harga cabai diprediksi akan terus merangkak naik. Mengingat tingginya permintaan jelang hari raya Idul Fitri pada akhir Maret, dan hari raya Galungan pada pertengahan April mendatang.
Kini harga cabai rawit di Pasar Banyuasri mencapai Rp 100.000 per kg. Sedangkan cabai besar dan cabai keriting seharga Rp70.000 per kg.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meminta agar perusahaan daerah di Buleleng memborong komoditas cabai petani.
Dari hitung-hitungan di atas kertas, produksi cabai di Buleleng sebenarnya mencukupi. Bahkan surplus untuk kebutuhan dalam daerah.
Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Sutjidra-Supriatna Sidak ke Pasar
Masalahnya, petani lebih memilih menjual ke luar daerah. Sebab harga yang ditawarkan lebih menjanjikan, ketimbang dibawa ke pasar tradisional.
Supriatna menginstruksikan agar seluruh pihak menaruh perhatian pada komoditas cabai. Sebab harganya berpotensi meningkat dalam beberapa minggu mendatang.
“Kita harus bergerak cepat, melakukan pendekatan kepada petani dan memastikan hasil panennya dibeli dengan harga layak,” ujar Supriatna.
Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengakui jika harga cabai rawit sangat labil. Harganya diprediksi meningkat menjelang Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Galungan pada Maret-April 2025.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng, 10 komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan, antara lain cabai rawit, cabai merah, kangkung, telur ayam, daging ayam, bayam, jagung manis, beras, sawi hijau, dan jeruk. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya