Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sudah 4 Tahun Berjualan, Pedagang Lantai II Pasar Banyuasri Mengeluh Sepi Pembeli 

Eka Prasetya • Jumat, 14 Maret 2025 | 14:22 WIB

 

SEPI PEMBELI: Kondisi di Lantai II Pasar Banyuasri. Kondisi pasar sepi pembeli sejak 4 tahun lalu.
SEPI PEMBELI: Kondisi di Lantai II Pasar Banyuasri. Kondisi pasar sepi pembeli sejak 4 tahun lalu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pedagang di Lantai II Pasar Banyuasri, Singaraja, mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli. 

Sejak pasar diresmikan pada Maret 2021 lalu, kios-kios di lantai tersebut nyaris selalu sepi pengunjung. Sehingga pedagang semakin resah. 

Mereka pun mendesak adanya solusi permanen untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di sana.

Pasar Banyuasri sendiri terbagi dalam beberapa klaster. Area luar digunakan untuk ruko, sementara lahan parkir kerap dipakai untuk pasar tumpah pada sore hari. 

Di bangunan utama, pedagang sayur, makanan, buah, canang, daging, dan ikan menempati lantai satu. Sedangkan pedagang pakaian, emas, dan alat upakara berada di Lantai II. 

Sementara itu, Lantai III yang sebelumnya difungsikan sebagai area parkir dan tempat pedagang bermobil, kini telah dialihfungsikan menjadi Mall Pelayanan Publik.

Baca Juga: Banyak Kios yang Kosong di Pasar Banyuasri, Bupati Buleleng: Sangat Memprihatinkan

Seorang pedagang, IB Ketut Windu, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung hampir empat tahun. Tepatnya sejak ia menempati kios di pasar tersebut pada Maret 2021. 

Sayangnya, belum ada perubahan berarti dalam jumlah pembeli. Dibandingkan dengan sebelum revitalisasi, omzet mereka justru merosot drastis.

"Pembeli hampir tidak ada, tapi kami tetap harus bayar berbagai biaya. Ada karcis harian, sewa bulanan, hingga sewa tahunan," keluh Windu.

Ia mengaku memiliki empat kios di Pasar Banyuasri dan setiap harinya harus membayar karcis Rp 7 ribu per kios. Belum lagi sewa bulanan sebesar Rp 60 ribu dan sewa tahunan Rp 90 ribu. 

Dengan kondisi pasar yang sepi, beban biaya tersebut semakin memberatkan pedagang.

"Modal sudah semakin menipis. Kami hanya berharap ada langkah konkret biar pembeli mau datang. Mungkin bisa dengan memindahkan pedagang canang ke atas atau mencari solusi lain," harapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Dirut Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Putu Suardhana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengembangkan Lantai II Pasar Banyuasri. 

Salah satu rencana yang tengah disusun adalah menghadirkan food court guna menarik lebih banyak pengunjung.

"Kami juga mempertimbangkan konsep baru, di mana Lantai II akan lebih difokuskan sebagai area pasar, sementara lantai bawah dikhususkan untuk produk UMKM," jelas Suardhana.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya menghidupkan kembali pasar menjadi prioritas utama. 

"Jika pasar kembali ramai, dampaknya tentu positif bagi para pedagang dan juga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini kami tengah mencari cara terbaik agar kondisi pasar kembali bergairah, sesuai harapan masyarakat," pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pembeli #omzet #Pasar Banyuasri #pasar #buleleng #pedagang #mall pelayanan publik #kios