Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sambut Galungan dan Kuningan, Disperindag Gelar 8 Kali Pasar Murah. Harga LPG Cuma Rp 18 Ribu!

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 9 April 2025 | 23:02 WIB

 

PASAR MURAH: Suasana pasar murah yang digelar Pemkota Denpasar.
PASAR MURAH: Suasana pasar murah yang digelar Pemkota Denpasar.

RadarBuleleng.id – Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Bali, kembali menggelar Pasar Murah. 

Tak tanggung-tanggung, tahun ini digelar sebanyak delapan kali di delapan lokasi berbeda di Kota Denpasar.

Pasar Murah perdana telah berlangsung di Balai Banjar Dajan Tangluk, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, pada Senin (8/4/2025). 

Selanjutnya, kegiatan serupa akan menyambangi tujuh lokasi lainnya hingga pertengahan April mendatang.

"Untuk Galungan dan Kuningan ini, kami adakan delapan kali Pasar Murah. Jadwalnya dimajukan karena banyak hari libur," ujar Ni Kadek Andriyani, Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kota Denpasar.

Pasar Murah digelar pada hari-hari kerja dan menyasar berbagai titik strategis di kota. Yakni Wantilan Pura Dalem Suda, Desa Sidakarya yang terselenggara hari ini. Dilanjutkan dengan Balai Banjar Bhuana Merta, Desa Tegal Harum, besok.

Baca Juga: Pasutri di Buleleng Hadirkan Pasar Murah Digital Jelang Galungan, Tawarkan Produk Lokal Tanpa Lewat Perantara

Selanjutnya di Wantilan Desa Adat Penatih, pada Jumat (11/4/2025), Yayasan Pendidikan Islam Quba, Desa Tegal Kertha, pada Sabtu (12/4/2025).

Wantilan Pura Dalem Yang Batu, Desa Dangin Puri Kelod pada Senin (14/4/2025), Kantor Desa Padangsambian Kelod pada Selasa (15/4/2025), dan Balai Banjar Abian Kapas Kelod, Kelurahan Sumerta pada Rabu (16/4/2025).

Tujuan dari kegiatan ini, jelas Andriyani, adalah memberikan akses bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang hari raya. 

"Selisih harga Rp2.000–Rp3.000 saja sangat berarti, apalagi kalau membeli dalam jumlah banyak," katanya.

Beberapa komoditas yang ditawarkan memang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Misalnya cabai yang dijual Rp 80 ribu per kilogram. Harga itu lebih murah Rp 10 ribu dari harga pasar.

Kemudian bawang merah yang dijual Rp 36 ribu per kilogram. Selanjutnya MinyaKita dengan harga Rp 15.700 per liter, dan beras SPHP seharga Rp 57 ribu per sak kemasan 5 kilogram. Terakhir, beras premium seharga Rp 76 ribu per sak ukuran 5 kilogram.

Dari segi pasokan, Bulog menyalurkan 1 ton beras SPHP dan premium di setiap lokasi. 

Selain itu, tersedia juga 100 tabung LPG 3 kg per titik, yang selalu menjadi barang paling diburu.

LPG 3 kg dijual seharga Rp18.000 sesuai HET. Namun, pembeli diwajibkan menunjukkan KTP saat transaksi.

Warga pun menyambut antusias Pasar Murah ini. Seperti I Nyoman Subiakta, 64, warga yang datang sejak pagi demi mendapatkan gas melon.

"Harganya murah, hanya Rp18.000. Kalau di luar bisa sampai Rp23.000, bahkan pernah Rp30.000 saat langka dulu," ungkapnya.

Selain gas, Subiakta juga membeli bawang dan beras untuk persiapan Galungan dan Kuningan. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering digelar, terutama saat menjelang hari besar.

Hal serupa dirasakan Widya Arsita, 25. Ia menyebut harga bahan pokok yang dijual di Pasar Murah jauh lebih murah dibandingkan pasar maupun supermarket.

"Bawang merah cuma Rp 18.000, bawang putih Rp15.000 per setengah kilogram. Kalau di pasar bisa Rp 30.000 lebih. Lumayan banget selisihnya," ucapnya.

Ia berharap program ini berlanjut secara berkala untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #disperindag #kuningan #pasar murah #lpg #hari raya #galungan #cabai #denpasar #Desa adat #wantilan #beras #bawang merah