RadarBuleleng.id - Momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah/2025 Masehi membawa berkah tersendiri bagi para peternak. Khusus di Kabupaten Tabanan, Bali.
Hanya dua minggu menjelang hari raya kurban, pemesanan kambing dan sapi mulai membanjiri peternakan warga. Terutama di wilayah Kecamatan Penebel.
Permintaan tidak hanya datang dari warga muslim di Tabanan, tapi juga mengalir dari Denpasar, Badung, hingga Gianyar.
Sebagian besar pembeli berasal dari panitia kurban masjid atau lembaga keagamaan.
Salah satu peternak yang tengah sibuk melayani pesanan adalah Rofiq, warga Desa Jegu, Kecamatan Penebel.
Ia mengaku permintaan hewan kurban tahun ini mulai berdatangan sejak dua bulan lalu.
“Sebagian panitia kurban bahkan sudah kasih DP (uang muka) dari awal. Rata-rata pelanggan tetap dan datang tiap tahun,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Ela itu, dirinya selalu menjaga kepercayaan konsumen. Sehingga mereka juga menjadi pelanggan tetap.
Ia harus memastikan setiap kambing dan sapi yang dijual memenuhi syarat sah untuk menjadi hewan kurban.
“Saya tidak mau sembarangan. Ini ibadah, jadi harus benar-benar layak dan sehat sesuai syariat,” tegasnya.
Pak Ela menambahkan, momen Idul Adha selalu membawa dampak positif bagi peternak di Penebel. Setiap tahun, ia mampu menjual hingga 300 ekor kambing dan 70 ekor sapi.
Untuk harga, kata dia, tergantung dari ukuran dan berat hewan. Kambing dibanderol mulai Rp3 juta hingga Rp5 juta. Sedangkan harga sapi berkisar antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per ekor.
“Harga kami sesuaikan dengan permintaan pelanggan, baik dari segi ukuran maupun jenis hewannya,” jelasnya.
Untuk memenuhi tingginya permintaan, Pak Ela juga menggandeng sejumlah peternak lokal di Penebel. Hewan-hewan yang dijual umumnya hasil pemeliharaan jangka panjang dan sudah terbukti kualitasnya.
“Hampir semua hewan kami ambil langsung dari peternak di sini. Jadi kualitasnya terjaga dan bisa kami pantau sejak awal,” tegasnya.
Soal omzet? Pak Ela tersenyum. Ia tak menyebut angka pasti, namun mengaku penjualannya bisa menembus ratusan juta rupiah setiap musim kurban.
“Rezeki kurban itu fluktuatif. Tapi kalau penjualan ramai seperti sekarang, tentu berkahnya sangat terasa,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya