Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

MUA Lombok Dea Lipa Menangis, Akui Mental Drop Hingga Dua Kali Coba Akhiri Hidup

Acep Tomi Rianto • Senin, 17 November 2025 | 00:51 WIB
Klarifikasi MUA Lombok Dea Lipa terkait viralnya dirinya yang dijuluki "Sister Hong Lombok".
Klarifikasi MUA Lombok Dea Lipa terkait viralnya dirinya yang dijuluki "Sister Hong Lombok".

RadarBuleleng.id - Deni Apriadi Rahman, 23, Make Up Artist (MUA) asal Lombok Tengah yang akrab disapa Dea Lipa atau Deni, akhirnya muncul di hadapan publik untuk memberikan klarifikasi terkait viral dirinya yang dijuluki "Sister Hong Lombok".

Dalam konferensi pers yang digelar di Mataram, NTB, Deni mengaku mengalami tekanan mental yang sangat berat hingga sempat mencoba bundir.

Viralnya Deni, seorang MUA pria yang mengenakan jilbab saat bekerja, memicu gelombang kritik, cacian, hingga tuduhan serius di media sosial yang membuatnya terpuruk.

Deni Apriadi Rahman menjelaskan bahwa dirinya tertekan hebat setelah foto dan identitas aslinya sebagai laki-laki tersebar luas, diikuti ribuan komentar negatif, hinaan, dan fitnah keji dari warganet.

"Sejak viral, saya mengalami tekanan yang sangat berat. Saya menerima ribuan komentar berisi cacian dan hinaan. Saya bahkan mendapat teror seperti ancaman pembunuhan," ucapnya pada Sabtu (15/11/2025).

Tekanan tersebut berdampak serius pada kondisi psikologisnya. Ia mengakui sempat dua kali mencoba mengakhiri hidupnya karena tidak kuat menghadapi situasi tersebut.

"Tekanan mental yang hebat mendorong saya mengambil keputusan yang berisiko. Saya sempat dua kali mencoba bunuh diri karena tidak kuat lagi," Ucapnya.

Selain mengungkapkan tekanan mental, Deni juga membantah keras tuduhan-tuduhan yang menyebar di media sosial dan tidak berdasar.

Deni menepis label "penista agama" dan "kaum sodom" yang dilontarkan kepadanya, serta menantang tuduhan dirinya mengidap penyakit menular seksual.

"Tuduhan bahwa saya mengidap HIV itu fitnah. Saya baru melakukan tes, dan hasilnya negatif," Ucap Deni.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menggunakan jilbab sebagai bentuk kekaguman terhadap simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan seorang perempuan Muslimah, bukan untuk tujuan penipuan atau pelecehan.

"Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapapun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya," ucapnya.

Tekanan yang dialami Deni tidak hanya sebatas mental, tetapi juga berimbas pada kerugian materiil.

"Karena kondisi itu, saya harus menghentikan sejumlah pekerjaan rias pengantin yang sudah dijadwalkan. Banyak klien yang membatalkan job," ungkapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Dea lipa #jilbab #viral #ntb #lombok #Deni apriadi rahman #mataram #sister hong lombok #make up artist #mental #mua #media sosial