SINGARAJA, RadarBali.id - Kesadaran masyarakat menggunakan alat kontrasepsi, khususnya kontrasepsi jangka panjang, masih sangat rendah.
Warga lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek. Padahal ada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang lebih efektif dan efisien.
Pemerintah pun melakukan berbagai upaya agar masyarakat bersedia beralih dari metode kontrasepsi jangka pendek menjadi MKJP.
Saat ini setidaknya ada dua metode kontrasepsi yang bisa dilakukan dalam jangka panjang. Yakni pemasangan implan dan IUD. Saat ini pilihan itu hanya tersedia bagi wanita.
Baca Juga: Program Vasektomi di Buleleng Minim Peminat, Pemkab Buleleng Janji Berikan Insentif
Sayangnya hingga kini belum banyak yang memilih metode tersebut.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng akhirnya menyediakan layanan pemasangan KB gratis bagi wanita.
Tak cukup dengan layanan gratis, pemerintah juga memberi iming-iming insentif dan makan siang gratis kepada para ibu yang bersedia menjalani proses MKJP.
Upaya itu terbilang cukup efektif. Dalam program gebyar KB yang digelar di Taman Kota Singaraja pada Jumat (22/3/2024) pagi, ada 100 orang ibu yang bersedia menjalani MKJP.
Baca Juga: Vasektomi di Buleleng Minim Peminat, Berikut Mitos yang Menghantui
Kepala DP2KBP3A Buleleng, Nyoman Riang Pustaka mengakui kontrasepsi jangka panjang kurang diminati.
“Kalau di Buleleng sampai saat ini yang banyak adalah KB suntik dan konsumsi pil,” kata Riang.
Kontrasepsi jangka panjang kurang diminati masyarakat gara-gara ada stigma yang melekat di masyarakat.
Diantaranya ketakutan terhadap rasa sakit, khawatir terhadap perubahan hormon, dan khawatir tidak bisa hamil lagi. Padahal, stigma-stigma itu tidak terbukti.
Selain itu tidak semua tenaga medis bisa memasang implan dan IUD. Sehingga turut menyulitkan warga mendapat layanan.
Sementara itu, dalam program gebyar KB yang dilakukan Dinas P2KBP3A Buleleng, kontrasepsi jangka panjang yang bayar dicari adalah layanan implan. KB implan efektif digunakan selama 2-3 tahun.
Selain melayani pemasangan implan baru, Dinas P2KBP3A Buleleng juga memberikan layanan penggantian implan. (*)
Editor : Eka Prasetya