RadarBuleleng.id – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung kondisi pengungsi korban banjir di Posko Bencana Polsek Denpasar Timur, Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat (12/9/2025) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres duduk lesehan bersama para pengungsi, mendengarkan keluhan mereka satu per satu, sekaligus menyerahkan bantuan atas nama Wakil Presiden.
Kunjungan dilakukan di tengah upaya pemulihan pasca banjir besar yang melanda Bali sejak Rabu (10/9/2025) lalu.
Banjir dipicu hujan deras berintensitas tinggi akibat gangguan gelombang ekuatorial Rossby, yang memicu bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah Pulau Dewata.
Di pos pengungsian yang menampung 124 orang tersebut, Gibran mendengar langsung cerita memilukan.
Salah satunya dari Ida Ayu Suryawati, seorang ibu yang kehilangan seluruh harta benda.
“Jam tiga pagi air sudah tinggi, saya hanya sempat menyelamatkan anak-anak. Semua barang dagangan tenggelam. Saya jualan aksesoris HP, modalnya pinjam di LPD. Sekarang saya dikejar-kejar untuk bayar pinjaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Tegas! Bupati Sutjidra Tidak Akan Cabut SK Pemecatan Mantan ASN di DPRD Buleleng
Sejumlah pengungsi lain berharap pemerintah tak hanya hadir saat bencana, tapi juga memperbaiki infrastruktur pencegah banjir.
“Mohon setelah ini drainase diperbaiki, Pak. Supaya tahun depan Bapak tidak datang ke sini lagi karena banjir,” pinta salah seorang pengungsi.
Menanggapi hal tersebut, Wapres menegaskan bahwa semua aduan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Kami sudah menampung keluhan, termasuk dokumen-dokumen yang hilang. Nanti akan didata dan diperbaiki melalui Wakil Gubernur dan Walikota. Fasilitas umum seperti sekolah dan pura juga akan diperhatikan,” jelas Gibran.
Ia juga meminta pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas, agar anak-anak korban tetap bisa bersekolah pada Senin mendatang.
Khusus kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan penyandang disabilitas, Wapres menekankan agar penanganan diprioritaskan.
“Sesuai arahan Presiden, bantuan harus cepat dan tepat sasaran. Penyakit kulit dan masalah kesehatan lain juga harus diantisipasi,” tegasnya.
Selain soal pendidikan, Wapres menyoroti perbaikan drainase sebagai langkah strategis untuk menghindari banjir tahunan.
“Saluran air harus diperhatikan agar tidak terjadi banjir berulang. Sektor pariwisata juga penting dipulihkan pasca-bencana,” tambahnya.
Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri HAM Natalius Pigai juga mengunjungi pengungsi di Posko Peguyangan, Denpasar Utara.
Dalam kunjungan itu Mensos menyerahkan santunan Rp 15 juta untuk korban meninggal dan Rp 5 juta untuk korban luka.
Selain itu, logistik menjadi prioritas awal sebelum masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kemensos sudah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk santunan, makanan, tenda, matras, dan obat-obatan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah juga tengah mengkaji solusi bagi warga yang kehilangan rumah tetapi tidak memiliki tanah sendiri.
“Bantuan pemerintah harus sesuai aturan kepemilikan tanah. Kalau bukan milik sendiri, kami cari alternatif lain, misalnya bekerja sama dengan lembaga non pemerintah untuk pembangunan rumah atau relokasi. Sekarang fokus kami pada logistik dulu, baru selanjutnya menyelesaikan masalah rumah warga terdampak,” jelasnya.
Syaifullah menambahkan, posko akan tetap dibuka selama dibutuhkan. Pemerintah daerah bersama Kemensos juga tengah mencari formula terbaik agar warga terdampak yang tak memiliki rumah bisa mendapat solusi, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pihak ketiga.
Hingga Jumat (12/9/2025), BNPB mencatat korban jiwa akibat banjir di Bali mencapai 16 orang. Sebanyak 10 orang di Denpasar, dua orang di Jembrana, tiga orang di Gianyar, dan satu orang di Badung.
Proses pencarian korban hilang masih berlangsung, melibatkan 125 personel gabungan.
Banjir juga memaksa 562 warga mengungsi dari lebih dari 120 titik terdampak di Bali.
Kota Denpasar menjadi daerah terparah dengan 81 titik banjir, sementara longsor dilaporkan terjadi di 18 titik di Karangasem, Gianyar, dan Badung.
BNPB bersama BPBD Bali terus melakukan evakuasi, pembersihan wilayah terdampak, dan percepatan distribusi bantuan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya