Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kebakaran Hebat Hanguskan Ruang Kelas di Pamekasan, Siswa SD Pindah ke Rumah Warga dan Musala

Acep Tomi Rianto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:12 WIB
Pemadam kebakaran sedang memadamkan api di SDN Potoan Daya 2.
Pemadam kebakaran sedang memadamkan api di SDN Potoan Daya 2.

RadarBuleleng.id - Musibah kebakaran yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Potoan Daya 2 di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Minggu malam (5/10/2025).

Peristiwa itu memaksa puluhan siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di tempat seadanya.

Mulai Senin (6/10/2025), sebanyak 63 siswa dari beberapa tingkatan kelas terpaksa memanfaatkan rumah warga dan musala sekitar sekolah sebagai ruang belajar sementara.

Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tersebut menghanguskan tiga ruang kelas dan satu ruang kantor sekaligus ruang guru.

Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, termasuk hangusnya 15 unit Chromebook dan arsip-arsip penting sekolah.

Kepala SDN Potoan Daya 2, Rusdi, merinci terdapat 63 siswa yang terdampak, antara lain 15 siswa kelas I, 17 siswa kelas II, 22 siswa kelas III, dan 9 siswa kelas VI.

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, pihak sekolah berinisiatif menggunakan teras rumah penjaga sekolah dan musala terdekat sebagai lokasi KBM sementara.

"Belajar mengajar di rumah warga akan berlangsung sampai ada ruang kelas baru," jelas Rusdi.

Meskipun dalam kondisi terbatas, ia memastikan semangat belajar siswa tetap tinggi berkat dukungan penuh dari warga sekitar.

Para guru juga harus beradaptasi mengajar tanpa ruang kantor karena ruang guru juga ludes terbakar dan mengalami kerusakan total.

Menanggapi bencana tersebut, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menyampaikan keprihatinannya.

Bupati memastikan bahwa KBM akan tetap berlangsung di tempat sementara yang disediakan.

Pihaknya juga sudah membicarakan langkah selanjutnya dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Mohamad Alwi mengatakan, untuk sementara siswa belajar di rumah warga.

Pihaknya mengupayakan akan mengajukan anggaran kebencanaan ke Kementerian. Sehingga, pembangunan sekolah bisa dipercepat dan siswa segera mendapatkan ruang kelas.

"Kami segera ajukan pembangunan gedung sekolah ke Kementerian. Siapa tahu akhir tahun ini bisa dianggarkan," katanya.

Dia memastikan hanya tiga ruang kelas dan kantor sekolah yang rusak. Dua ruangan mengalami kerusakan total. Sementara dua ruangan masih bisa dilakukan rehabilitasi.

"Semuanya ada empat ruangan yang terbakar," ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Palengaan dan Polres Pamekasan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada hubungan arus pendek listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#belajar #guru #warga #kebakaran #jawa timur #pamekasan #rumah #musala #pendidikan #kantor #siswa #kelas