Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tragis! Pria Ini Ditemukan Meninggal di Tumpukan Sampah. Diduga Punya Gangguan "Hoarding Disorder"

Acep Tomi Rianto • Senin, 27 Oktober 2025 | 00:21 WIB
jasad seorang pria berinisial YL (50) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.
jasad seorang pria berinisial YL (50) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

RadarBuleleng.id - Warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria berinisial YL, 50, yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Sabtu (25/10/2025).

Jasad korban ditemukan di tengah tumpukan sampah kemasan makanan dan barang bekas yang memenuhi hampir seluruh ruangan, memunculkan dugaan kuat bahwa korban mengidap Hoarding Disorder (gangguan menimbun sampah) yang parah.

Penemuan jenazah YL bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium aroma busuk menyengat sejak empat hari sebelum jasad ditemukan.

Warga awalnya menduga bau tersebut berasal dari bangkai hewan.

Prihanto, salah seorang warga setempat, menceritakan awal mula kecurigaan tersebut.

"Saya cek di kolong mobil tidak ada tikus, tapi lalat-lalat sudah banyak mengarah ke kamar depan rumah korban. Saya pun curiga korban sudah meninggal," ujar Prihanto.

Warga akhirnya sepakat untuk mendobrak pintu rumah YL yang tertutup rapat. Begitu pintu terbuka, pemandangan di dalam rumah membuat mereka terkejut dan prihatin.

Seluruh ruangan, termasuk kamar depan tempat YL ditemukan, dipenuhi oleh tumpukan sampah kemasan, botol plastik, dan barang rongsokan hingga sulit untuk dilewati.

Jasad YL ditemukan di kamar depan di antara tumpukan barang dan timbunan sampah.

Berdasarkan keterangan warga, YL yang merupakan warga asal Bandung, Jawa Barat, sudah menempati rumah di Dukuh Cacah sejak tahun 2017.

YL sempat bekerja di salah satu pabrik gula (PG Pakis) di Pati, namun kemudian berhenti.

Sejak saat itu, korban mulai menarik diri dari lingkungan sosial. Prihanto menuturkan bahwa korban sudah jarang sekali terlihat keluar rumah selama hampir delapan tahun.

"Dulu sempat bersosialisasi, tapi setelah resign (berhenti kerja) dia tidak pernah lagi keluar rumah selama delapan tahun. Hanya sesekali terlihat saat kurir mengantarkan pesanan makanan online," tambah Prihanto.

Selama bertahun-tahun, korban diketahui hidup sebatang kara dan tidak pernah terlihat dikunjungi oleh keluarga maupun kerabat.

Setelah menerima laporan dari warga, tim Polsek Margorejo segera mendatangi lokasi kejadian bersama tim Inafis dan medis.

Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan, membenarkan adanya laporan tersebut dan proses evakuasi.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kami masuk, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelas AKP Dwi Kristiawan.

Polisi memperkirakan YL telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum jasadnya ditemukan.

Kondisi rumah yang penuh dengan tumpukan sampah kemasan dan botol plastik semakin menguatkan dugaan YL mengidap Hoarding Disorder.

Hoarding disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan ekstrem untuk membuang barang, bahkan yang sudah tidak berguna, karena adanya ikatan emosional, sehingga menyebabkan penumpukan yang mengganggu fungsi ruang hidup.

Saat ini, jenazah YL telah dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih berupaya keras melacak keberadaan keluarga YL di Bandung guna proses serah terima jenazah dan tindakan berikutnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jawa tengah #bau #meninggal dunia #barang bekas #pati #hoarding disorder #sampah #bangkai #jasad