RadarBuleleng.id - Pengurus Tani Merdeka Indonesia (TMI) Aceh Tamiang menyatakan mendukung penuh sikap Presiden RI, Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan yang dinilai terbukti merusak ekosistem hutan.
Mereka bahkan menyatakan siap pasang badan, guna mengawal kebijakan pemerintah. Sehingga perusahaan tersebut tidak lagi merusak lingkungan.
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang, Aji Prawira menegaskan, seluruh kader di daerah tetap tegak lurus terhadap arahan pusat sebagai bentuk kepercayaan terhadap visi besar organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan nasional.
“Kami di Aceh Tamiang satu komando. Kami melihat komitmen nyata dari Ketua Umum DPN TMI dalam mengawal program-program strategis pertanian, sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk tidak solid,” ujar Aji Prawira, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai kebijakan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan perusak hutan merupakan kemenangan bagi rakyat, khususnya petani, sekaligus langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak berkompromi dengan korporasi yang mengabaikan kelestarian alam demi keuntungan semata,” katanya.
Menurut Aji Prawira, kerusakan hutan berdampak langsung terhadap kehidupan petani, mulai dari terganggunya siklus air hingga menurunnya kesuburan tanah pertanian.
Karena itu, pencabutan izin 28 perusahaan tersebut dinilai sebagai langkah tepat untuk memulihkan fungsi hutan.
“Hutan yang rusak berdampak langsung pada siklus air dan kesuburan tanah petani. Pencabutan izin ini penting untuk mengembalikan fungsi hutan dan melindungi lahan pertanian warga dari ancaman bencana ekologis,” tegasnya.
Tani Merdeka Aceh Tamiang juga berharap lahan-lahan yang izinnya telah dicabut dapat diredistribusikan melalui program reforma agraria.
Lahan tersebut diharapkan bisa dikelola oleh kelompok tani secara produktif dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya