SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Buleleng menerjunkan atlet cukup banyak pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang akan dilaksanakan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Tercatat ada 78 orang atlet. pelatih, maupun wasit asal Buleleng yang akan turun dalam kompetisi tersebut.
KONI Bali pun mengumpulkan para atlet, pelatih, dan wasit itu. KONI Bali memberikan pengarahan khusus jelang kompetisi PON. Pengarahan itu dilakukan di GOR Bela Diri Kempo yang terletak di kawasan GOR Bhuana Patra Singaraja.
Koordinator Bidang Binpres KONI Bali, Nengah Sudiarta mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para atlet, pelatih, dan wasit.
Ia ingin memastikan kesiapan seluruh pihak yang akan bertugas. Terutama para atlet dan pelatih yang akan turun kompetisi.
Menurutnya saat ini para atlet dan pelatih masih dalam tahap desentralisasi. Artinya berlatih di bawah pengawasan cabang olahraga masing-masing. Mereka juga berlatih di daerah masing-masing.
Dalam waktu dekat mereka akan menjalani proses sentralisasi. Selama proses sentralisasi, mereka tetap berlatih dalam pendampingan cabang olahraga.
Hanya saja para atlet berlatih di bawah pengawasan KONI Bali. Selain itu mereka juga harus berlatih di Denpasar, serta menjalani masa karantina.
“Latihan saat sentralisasi ini kami lihat apakah sudah berjalan sesuai jadwal atau mungkin malah ada kendala. Kami juga memberikan motivasi dan gemakan kembali jargon Buleleng raih medali bukan melali. Lalu harapan kita semua bisa meraih medali emas,” jata Sudiarta.
Sudiarta mengingatkan agar para atlet benar-benar berjuang meraih medali. Bukannya memanfaatkan PON 2024 sebagai ajang untuk melalui atau jalan-jalan keluar daerah.
Hal itu sejalan dengan jargon KONI Buleleng pada Porprov 2019 lalu, yakni raih medali bukan melali.
Lebih lanjut Sudiarta mengatakan, KONI Bali memastikan seluruh atlet yang lolos Babak Kualifikasi PON akan diberangkatkan menuju PON 2024.
Pertimbangannya, seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga sudah berjuang meloloskan atlet mereka ke PON. Meski prestasi yang diraih saat Babak Kualifikasi PON belum memuaskan.
“Perjuangan mereka dalam Babak Kualifikasi (BK) PON sangat besar. Tidak hanya dari tenaga, fisik dan mental, tetapi juga material. Pada BK PON 2019 kita dibantu Rp 13 miliar untuk 34 cabor. Sedangkan BK PON sekarang dengan 63 cabor hanya dibantu Rp 4,5 miliar. Sisanya ya dari Pengurus Provinsi (Pengprov) masing cabor. Sehingga kami hargai itu,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja mengatakan dalam persiapan PON 2024, 66 atlet, 10 pelatih dan 2 wasit Buleleng yang lolos sedang mengupayakan yang terbaik.
Monitoring dan motivasi dari Binpres KONI Bali diharapkan Wiratmaja dapat melecut kembali semangat perjuangan untuk pembuktian diri masing-masing atlet dan pelatih untuk capaian terbaiknya.
“Secara bertahap Buleleng berbangga karena dari PON ke PON bisa menyempurnakan perolehan medali dan meningkatkan jumlah partisipasi mewarnai kontingen Bali. Mereka akan terus digembleng dan dipantau dalam latihan,” kata Wiratmaja. (*)
Editor : Eka Prasetya