Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Imbas Skandal Pemalsuan Dokumen: Website Federasi Sepakbola Malaysia Diserang Hacker, Minta Tebusan dan Singgung Indonesia

Acep Tomi Rianto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:24 WIB

Jelang Batas Akhir Banding, Server FAM Lumpuh dan Data Kompetisi Kritis Terancam Hilang.
Jelang Batas Akhir Banding, Server FAM Lumpuh dan Data Kompetisi Kritis Terancam Hilang.

RadarBuleleng.id - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kembali diterpa masalah besar.

Situs resmi mereka diduga kuat menjadi korban peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam menjelang batas akhir pengajuan banding atas sanksi berat FIFA terkait skandal naturalisasi pemain.

Peretasan ini dilaporkan terjadi pada Senin (6/10/2025), dan laman sistem manajemen konten (CMS) FAM dilaporkan hanya menampilkan pesan ancaman dari peretas.

Menurut laporan dari New Straits Times dan detikSport, peretas meninggalkan pesan tegas di situs FAM yang berisi tuntutan tebusan uang dan kecaman keras.

"Domain/server/database ini telah diretas. Tolong lakukan pembayaran senilai $7000 USD untuk keamanan server. Jika pembayaran tidak dilakukan dalam 13 jam, semua database akan dihapus otomatis," begitu tulis pesan di dalam  situs.

Data yang terancam hilang sangat krusial bagi FAM, meliputi catatan informasi pemain, statistik pertandingan, registrasi tim, dan dokumen kompetisi yang dikelola federasi.

Selain ancaman tebusan, peretas juga menyisipkan pesan yang menunjukkan kaitannya dengan kontroversi yang sedang mendera FAM, bahkan menyeret nama Indonesia.

“Kenapa kalian bodoh sekali! Kalian main bola buat ID palsu bodoh! Apa pula mau melibatkan Indonesia? FIFA menghukum FAM, bukan PSSI,” tulis peretas.

Peretasan ini terjadi di tengah kondisi kritis bagi sepak bola Malaysia.

Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan sanksi keras kepada FAM pada Jumat (26/9/2025) atas temuan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain timnas mereka.

Sanksi tersebut mencakup larangan bermain bagi tujuh orang pemain naturalisasi dilarang bermain selama 12 bulan di semua level kompetisi klub dan timnas.

Selain itu FAM juga kena didenda sebesar 350.000 Swiss Franc (sekitar Rp7,3 miliar).

Sanksi ini memicu pengajuan banding oleh FAM yang batas akhirnya jatuh pada hari peretasan terjadi.

Skandal tersebut menjadi isu terpanas di Malaysia, di mana banyak pihak, termasuk politisi, menyatakan rasa malu dan menuntut transparansi total dari federasi.

Hingga berita ini diturunkan, FAM belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai peretasan dan dugaan kebocoran data. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#indonesia #sepak bola #database #situs #naturalisasi #fifa #server #denda #federasi #data #malaysia #pssi