RadarBuleleng.id - Babak undian (drawing) fase grup cabang olahraga sepakbola putra SEA Games 2025 di Thailand telah rampung digelar di Bangkok pada Minggu (19/10/2025).
Kabar baik menghampiri skuad Garuda Muda. Timnas Indonesia U-22, yang berstatus juara bertahan, sukses terhindar dari dua rival klasik sekaligus kekuatan utama Asia Tenggara.
Kedua rival timnas Indonesia adalah tuan rumah Thailand dan peraih medali perunggu Vietnam.
Timnas Indonesia U-22 asuhan pelatih Indra Sjafri ditempatkan di Grup C bersama tiga kontestan lainnya.
Sementara Thailand dan Vietnam masing-masing berada di Grup A dan Grup B yang hanya dihuni oleh tiga tim.
Cabang olahraga sepak bola putra yang akan digelar di tiga kota di Thailand (Bangkok, Chonburi, dan Songkhla) pada 3-18 Desember 2025, diikuti oleh 10 negara dan dibagi menjadi tiga grup.
Grup A terdiri dari Thailand (Tuan Rumah), Kamboja, dan Timor Leste.
Grup B terdiri dari Vietnam, Malaysia, dan Laos.
Sementara Grup C terdiri dari Indonesia, Myanmar, Filipina, dan Singapura.
Indonesia masuk dalam daftar tiga tim unggulan. Setelah berhasil meraih medali emas pada ajang SEA Games 2023.
Baik Indonesia, Thailand, dan Vietnam dipisahkan di babak penyisihan.
Tuan rumah Thailand tampaknya mendapat keuntungan terbesar. Berada di grup yang hanya berisi tiga tim bersama Kamboja dan Timor Leste, Thailand diprediksi akan memiliki jalan yang relatif mudah untuk merebut posisi juara grup.
Grup B langsung menyajikan potensi "Grup Neraka" edisi kali ini. Vietnam dan Malaysia akan saling sikut memperebutkan posisi teratas.
Kedua tim dikenal memiliki rivalitas sengit dan kekuatan yang relatif berimbang di level usia muda.
Laos melengkapi grup ini dan berpotensi menjadi penentu hasil akhir di antara dua raksasa tersebut.
Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura.
Secara nama besar, grup ini memang terhindar dari Thailand dan Vietnam, namun tantangan terbesar bagi Indonesia adalah menjadi satu-satunya grup yang diisi oleh empat tim.
Artinya, skuad Garuda Muda harus bermain tiga kali di fase grup, sementara rival utama mereka di Grup A dan B hanya bermain dua kali.
Ini menjadi ujian besar bagi manajemen kebugaran pemain dan rotasi yang akan diterapkan oleh Indra Sjafri, mengingat padatnya jadwal di turnamen multievent.
Tim ini dikenal memiliki determinasi tinggi dan sering membuat kejutan di turnamen usia muda. Mereka pasti akan menjadi lawan yang merepotkan.
Perkembangan sepak bola Filipina, terutama di level U-22, patut diwaspadai. Dengan mengandalkan banyak pemain naturalisasi dan proyeksi skuad yang semakin solid, pengamat Malaysia bahkan menunjuk Filipina sebagai lawan terkuat Indonesia di grup ini.
Kekuatan Singapura saat ini masih menjadi misteri karena mereka absen di beberapa turnamen usia muda terakhir. Namun, rivalitas sesama negara ASEAN tidak pernah boleh diremehkan.
Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, yang kembali dipercaya memimpin tim setelah sukses di edisi 2023, menyambut hasil undian ini dengan optimisme.
Meskipun harus menghadapi satu laga lebih banyak, ini memberikan lebih banyak kesempatan bagi timnya untuk mencapai performa terbaik.
"Hasil drawing ini sudah final. Kami bersyukur terhindar dari Thailand dan Vietnam di awal, tetapi setiap tim di SEA Games punya kualitas. Kami berada di grup empat tim, ini berarti kami harus lebih siap secara fisik dan mental.
Tim pelatih akan segera menganalisis mendalam kekuatan Myanmar, Filipina, dan Singapura untuk memastikan kami lolos sebagai juara grup," ujar Indra Sjafri.
Dengan modal medali emas yang memutus puasa gelar selama 32 tahun, Timnas U-22 Indonesia membawa beban sekaligus harapan besar.
Lolos dari Grup C sebagai juara adalah target realistis, mengingat hanya juara dari tiga grup ditambah satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke semifinal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya