Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Vietnam Sabet Juara Umum Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 di Buleleng

Eka Prasetya • Sabtu, 8 November 2025 | 01:42 WIB

 

JUARA: Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Vovinam 2025, Gede Supriatna (kiri) menyerahkan tropi kepada pimpinan kontingen Vietnam.
JUARA: Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Vovinam 2025, Gede Supriatna (kiri) menyerahkan tropi kepada pimpinan kontingen Vietnam.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Vietnam kembali menegaskan dominasinya di cabang bela diri tradisional Vovinam. 

Dalam Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 yang berlangsung di GOR Tennis Indoor Undiksha, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (7/11/2025), kontingen Vietnam tampil perkasa dengan meraih 24 medali emas dan 1 perak, sekaligus menyabet gelar Juara Umum I.

Posisi kedua ditempati Algeria dengan 9 emas, 10 perak, dan 5 perunggu. Sementara Kamboja menempati peringkat ketiga dengan 7 emas, 11 perak, dan 5 perunggu. 

Sementara tuan rumah Indonesia harus puas dengan perolehan 5 medali perak dan 13 medali perunggu.

Secara keseluruhan, ada 167 medali diperebutkan dalam ajang bergengsi ini yang diikuti 25 negara, terdiri atas 45 emas, 45 perak, dan 77 perunggu.

Kesuksesan penyelenggaraan event internasional ini menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk World Vovinam Federation (WVF). 

Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8, Gede Supriatna, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara hingga hari terakhir.

“Seluruh rangkaian berjalan sukses dari awal hingga penutupan. Kami berterima kasih kepada seluruh kontingen, panitia, TNI, Polri, Pemkab, desa adat, relawan, dan semua pihak yang mendukung. Keberhasilan ini memberi kepercayaan diri bagi Buleleng untuk kembali menjadi tuan rumah event olahraga internasional lainnya,” ujarnya.

Presiden Federasi Vovinam ASEAN, Ou Ratana, juga memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan di Bali utara. 

Ia menilai seluruh peserta merasakan kenyamanan dan pelayanan yang luar biasa selama berada di Buleleng. 

Hal senada disampaikan Executive Vice President World Vovinam Federation, Florin Macovei, yang memuji atmosfer kompetisi dan profesionalitas panitia.

“Penyelenggaraannya sangat rapi dan berstandar tinggi. Saya bahkan terpesona dengan keramahan tuan rumah. Lovina adalah tempat yang indah, dan saya pasti akan kembali lagi ke sini,” ungkap Makovei.

Sementara itu, tuan rumah Indonesia menutup ajang dengan torehan 5 medali perak dan 13 perunggu dari nomor fight dan seni. 

Capaian ini menjadi peningkatan signifikan dibanding kejuaraan sebelumnya di Vietnam, di mana Indonesia hanya meraih satu perak.

Pelatih Timnas Indonesia, Ni Luh Kadek Apriyanti, menyebut hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi Kejuaraan Vovinam tingkat ASEAN tahun depan.

“Vietnam dan Algeria masih jadi pesaing terberat. Beberapa atlet andalan kita sudah mampu menembus final. Ke depan, teknik dan dasar para atlet akan terus kami matangkan,” ujarnya.

Melihat keberhasilan tersebut, Pemkab Buleleng juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk pengembangan sport center bertaraf internasional di kawasan Lumbanan seluas 5,7 hektare. 

Lokasi tersebut akan dijadikan pusat olahraga modern guna mendukung penyelenggaraan event sekelas dunia di masa mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #emas #kejuaraan dunia #medali emas #bela diri #tennis #vietnam #federasi #perunggu #vovinam #medali perak #perak #gor #undiksha #tuan rumah #buleleng #presiden #medali perunggu