SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Daya tarik wisata tidak harus berupa hal-hal yang bersifat masif maupun melibatkan banyak orang.
Hal-hal sederhana yang merupakan keseharian masyarakat di Bali juga dapat menjadi daya tarik pariwisata.
Seperti yang dijalani 14 orang wisatawan asal Belanda. Mereka datang ke Puri Kanginan Buleleng untuk mempelajari kesenian Bali.
Tari Bali hingga aktivitas keseharian membuat canang sari menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Seperti yang terjadi pada Jumat (19/4/2024) pagi. Sebanyak 14 orang wisatawan mancanegara asal Belanda datang ke Puri Kanginan Buleleng mempelajari tari Bali.
Mereka belajar Tari Bali dengan didampingi pembina tari dari Sanggar Seni Santhi Budaya Singaraja.
Pembina Tari, Ida Ayu Ketut Widia Utami mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk perkenalan dan mengetahui seni budaya yang ada di Bali khususnya Kabupaten Buleleng.
"Kebetulan mereka berasal dari Belanda, kami mengajak belajar tari Balinya disini. Dilihat puri ini dari segi bangunan masih ada nilai-nilai Belanda, dan mereka merasa senang melihat bagaimana situasi seni dan keadaan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng," ucapnya.
Widia mengatakan dirinya hanya mengajari para wisatawan gerakan-gerakan dasar. Mengingat wisatawan yang datang belum memahami dasar-dasar tarian Bali.
"Mereka sering mengeluh kesannya ternyata sulit belajar menari Bali. Mungkin karena penasaran itu membuat mereka antusias sekali belajar menari Bali," terangnya.
Selain soal Tari Bali, hal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang datang adalah cara membuat canang sari.
Membuat canang sari dan mempelajari filosofi dari canang sari menjadi hal yang menyenangkan bagi para wisatawan tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya