Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Solo Tawarkan Medical Tourism ke Warga Buleleng, Berobat Sambil Wisata Tanpa ke Luar Negeri

Francelino Junior • Kamis, 27 November 2025 | 16:06 WIB

 

PARIWISATA KESEHATAN: Disbudpar Surakarta menawarkan medical tourism ke Kabupaten Buleleng. Masyarakat Buleleng diharapkan datang ke Solo, bisa berwisata atau berobat sambil berwisata.
PARIWISATA KESEHATAN: Disbudpar Surakarta menawarkan medical tourism ke Kabupaten Buleleng. Masyarakat Buleleng diharapkan datang ke Solo, bisa berwisata atau berobat sambil berwisata.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng mendapat tawaran baru di sektor pariwisata. 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Surakarta memperkenalkan konsep medical tourism bagi masyarakat Bali utara yang ingin mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus ke luar negeri.

Promosi paket wisata medis itu digelar dalam acara Solo Night Buleleng pada Selasa (25/11/2025) malam. 

Dalam kegiatan tersebut, Disbudpar Surakarta menggandeng empat rumah sakit di Kota Solo, pelaku UMKM, hingga membawa kuliner ikonik seperti nasi liwet dan serabi untuk menarik perhatian pengunjung.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng dan Disbudpar Surakarta telah menandatangani perjanjian kerja sama. 

Baca Juga: Tunas Harapan Gusur Teja Harum dari Puncak Klasemen Liga 2 PSSI Buleleng

Kerja sama itu menyasar pengembangan pariwisata, termasuk health tourism yang sudah lebih dulu berjalan di Kota Solo.

“Di Solo ada layanan kesehatan dengan kualitas yang bagus. Ada pasien yang berobat seminggu. Kalau jarak rumahnya jauh, mereka bisa sekalian berwisata. Masyarakat Buleleng juga bisa datang ke Solo,” ujar Plt. Kepala Disbudpar Surakarta, Aryo Widyandoko.

Dari sisi Buleleng, kerja sama ini dinilai membuka peluang pertukaran strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, Kota Surakarta dipilih karena sudah menyandang predikat kota kreatif dunia. 

Predikat itulah yang tengah diburu Buleleng setelah sempat gagal lolos empat besar pada penilaian sebelumnya.

“Kelebihan strategi Kota Surakarta akan kami tiru. Apalagi dengan adanya Tol Jawa, akses menuju Bali utara akan semakin mudah,” terang Dody.

Targetnya, pada 2026 Buleleng kembali ikut ajang penilaian dan mampu meraih predikat kota kreatif dunia. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng

Editor : Eka Prasetya
#wisata #kesehatan #solo #pariwisata #medis #medical tourism #surakarta #kuliner #bali utara #buleleng