Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali Anjlok, Gubernur Koster Siapkan Langkah Evaluasi Total

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:59 WIB

 

Ribuan wisatawan domestik mengunjungi Desa Wisata Penglipuran, Rabu (1/1) kemarin.
Ribuan wisatawan domestik mengunjungi Desa Wisata Penglipuran, Rabu (1/1) kemarin.

RadarBuleleng.id - Pariwisata Bali sepanjang 2025 memperlihatkan dua wajah yang kontras. 

Di satu sisi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru mencetak rekor dengan menembus angka lebih dari 7 juta orang. Namun di sisi lain, Bali mulai kehilangan daya pikat di mata wisatawan domestik (wisdom).

Penurunan signifikan jumlah pelancong domestik itu membuat Pemerintah Provinsi Bali bersiap melakukan evaluasi menyeluruh. 

Salah satu fokus utama adalah menelusuri kemungkinan pergeseran minat wisatawan lokal ke destinasi lain di luar Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster mengakui perlunya pengecekan data lebih mendalam untuk memastikan penyebab turunnya angka kunjungan wisdom.

Ia menilai, perlu dilihat apakah wisatawan lokal benar-benar tidak bepergian atau justru memilih tujuan lain.

”Tentu saya harus mengecek dulu bagaimana tiket kunjungan di daerah-daerah lain di luar Bali. Apakah yang orang tadinya ke Bali itu bergeser ke daerah lain, atau stay tidak bepergian?” ujar Koster.

Salah satu faktor yang disorot adalah mahalnya harga tiket pesawat. Menurut Koster, keterbatasan armada maskapai turut berkontribusi terhadap sulitnya akses penerbangan menuju Bali.

”Karena Garuda dan Citilink itu kan tidak semuanya pesawatnya beroperasi. Sedang menjalani, pas waktunya itu harus ada perawatan. Jadi tidak semua beroperasi, sehingga kesulitan penerbangan. Pesawatnya penuh terus, kekurangan memang,” imbuhnya.

Selain persoalan biaya perjalanan, faktor cuaca ekstrem juga dinilai memengaruhi kenyamanan wisata. Sepanjang 2025, intensitas hujan yang tinggi memicu bencana banjir di sejumlah wilayah Bali.

”Nah, di samping itu kan juga ada fenomena alam yang berbeda sekarang tahun ini dengan tahun-tahun dulu. Sekarang kan hujannya tinggi dan banyak banjir. Mungkin juga ini membuat orang tidak nyaman. Sehingga mungkin beralih dia ke Bali atau ke tempat lain, atau malah tidak berwisata,” beber pria asal Desa Sembiran Buleleng itu.

Ironisnya, ketika pasar domestik anjlok sekitar 800 ribu kunjungan, jumlah wisman justru melonjak drastis. 

Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan asing mencapai 7,05 juta orang, naik 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui rekor sebelum pandemi.

”Rekor ini sebelum Covid-19, tahun 2019 wisman ke Bali hanya 6,27 juta, sebelum itu lebih rendah lagi. Rupanya Bali tetap menjadi daya tarik masyarakat dunia,” tegas Koster.

Dari sisi ekonomi, indikator Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di seluruh kabupaten/kota se-Bali tercatat mengalami peningkatan. Daerah dengan kontribusi terbesar masih didominasi Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan.

”Nah kemudian juga saya cek dengan pendapatan PHR. Pajak hotel dan restoran Kabupaten Kota Se-Bali Memang pendapatan PHR itu meningkat. Semua Kabupaten Kota mengalami peningkatan. Jadi berarti peningkatan jumlah wisman itu juga meningkatkan tingkat hunian hotel yang resmi,” jelasnya.

Kinerja pariwisata Bali juga ditopang oleh kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 369 miliar, atau sekitar 34,8 persen, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun 2024.

”Dana wisatawan asing digunakan melestarikan budaya dan lingkungan masuk dalam pendapatan asli daerah,” demikian Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #citilink #destinasi #pesawat #wisatawan domestik #gubernur bali #garuda #wisdom #wayan koster #tiket #wisatawan mancanegara #pariwisata #hotel #evaluasi #wisatawan #maskapai #buleleng #restoran #wisman